Banyuwangi

Kemenkominfo: Menangkal Hoaks Lebih Sulit Daripada Blokir Situs Porno

Merebaknya hoaks dikarenakan kecenderungan masyarakat saat ini yang tidak bisa lepas dari genggaman smartphone

Kemenkominfo: Menangkal Hoaks Lebih Sulit Daripada Blokir Situs Porno
surya malang/Haorrahman
Gerakan Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas, yang dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia, di antaranya Banyuwangi. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) telah berhasil memblokir ribuan situs porno. Namun Kemekominfo kewalahan dalam menangkal informasi hoaks.

"Memblokir situs porno itu mudah karena kami punya alatnya. Tahun lalu kami memblokir sekitar 8.000 situs porno. Tahun ini, kami juga memblokir sekitar 8.000 situs porno. Tapi menangkal hoaks itu lebih sulit," kata Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Henri Subiakto, dalam Gerakan Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas, di Gesibu Banyuwangi, Kamis (11/10) malam.

Henri mengatakan, untuk mengidentifikasi hingga memastikan berita itu hoaks atau tidak harus satu persatu. Tiap hari, menurut Henri, Kemenkominfo mengidentifikasi lima sampai 10 informasi hoaks.
Merebaknya hoaks dikarenakan kecenderungan masyarakat saat ini yang tidak bisa lepas dari genggaman smartphone.

"Orang terpisah dengan handphone secara nyaman itu hanya tujuh menit. Lebih dari tujuh menit sudah tidak nyaman," kata Henri.

Akibatnya hoaks menyebar begitu cepat, karena orang ingin menjadi yang tercepat dalam menyebarkan informasi tanpa mengklarifikasi itu benar atau tidak.

Keberadaan hoaks itu sangat meresahkan apalagi saat ini Indonesia memasuki tahun politik menjelang Pemilu 2019, sehingga berpotensi memecah belah.

Keberadaan media massa dan masyarakat pers, seperti pemilik media, pemimpin redaksi, wartawan, dan asosiasi media memiliki peran yang penting dalam menangkal hoaks dan menjaga keutuhan bangsa.

Dalam konteks itulah, Kemekominfo bersama Kaukus Media dan Pemilu, mencanangkan Gerakan Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas, yang dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia, di antaranya Banyuwangi.

Deklarasi gerakan tersebut diikuti langsung oleh Ketua Dewan Pers Indonesia Yosep Stanley Adi Prasetyo, tokoh pers dan mantan Ketua MA Bagir Manan, Direktur Eksekutif Indonesia New Media Watch Agus Sudibyo, jurnalis senior yang juga mantan Wakil Dewan Pers Bambang Harymurti, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Deklarasi tersebut dipandu oleh sutradara nasional Garin Nugroho. Acara semakin meriah dengan hadirnya Sujiwo Tedjo yang memberikan dongeng kebangsaan lewat syair-syairnya yang menggelitik.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved