Tulungagung

Raih Predikat Jamaah Haji Terbaik, Tulungagung Berharap Dapat Tambahan Kuota Haji

Predikat didapat Tulungagung karena jamaah haji sangat tertib dan tidak pernah melanggar aturan.

Raih Predikat Jamaah Haji Terbaik, Tulungagung Berharap Dapat Tambahan Kuota Haji
IST
Kirab jamaah Haji Tulungagung yang mendapat predikat Jamaah Haji terbaik. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Jamaah haji dari Kabupaten Tulungagung dinobatkan sebagai yang terbaik di Indonesia. Hal itu diungkapkan Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat Tasyakuran Haji 2018, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (11/10/2018).

Menurut Maryoto, predikat ini disematkan karena jamaah haji Tulungagung sangat tertib dan tidak pernah melanggar aturan. "Menurut saya prestasi ini perlu diapresiasi," kata Maryoto.

Atas prestasi itu, Maryoto berharap, ada penambahan kouta jamaah haji untuk Kabupaten Tulungagung. Saat ini kuota yang diberikan Kementerian Agama (Kemenag) sebanyak 1099 jamaah. Dengan kuota itu, maka daftar tunggu jamaah haji mencapai 23 tahun.

"Saya kira prestasi ini perlu diapresiasi dengan memberikan tambahan kuota," ucap Maryoto.

Sementara dari Pemkab Tulungagung, akan tetap mempertahankan alokasi dana untuk subsidi haji. Subsidi ini untuk biaya pemberangkatan, kepulangan, tasyakuran bersama hingga suvenir haji.

Tahun 2017 dan 2018 besar subsidi haji sebesar Rp 600 juta. Dari 1099 jamaah haji asal Tulungagung, lima di antaranya meninggal dunia. Satu orang meninggal sebelum berangkat dan empat orang meninggal di tanah suci.

Ketua DPRD Tulungagung, sekaligus salah satu jamaah haji dari Tulungagung, Supriyono membenarkan predikat jamaah haji terbaik ini. Menurutnya, predikat ini dikeluarkan oleh Kementerian Agama.

Senada dengan Maryoto, Supriyono juga berharap ada apresiasi prestasi ini dengan penambahan kuota. Karena itu Supriyono turut mendorong ada lobi ke provinsi dan Kemenag agar usulan ini bisa diterima.

"Prestasi ini kan harus dihargai, setidaknya ada tambahan kuota,"ujarnya.

Sementara dari Pemkab Tulungagung, Supriyono berharap ada fasilitasi suplemen yang berkualitas. Sebab kondisi cuaca di Arab Saudi sangat ekstrem, sementara tenagaha jamaah haji diforsir untuk kegiatan ibadah.

"Saya punya pengalaman, minum obat yang kita bawa sulit sekali sembuhnya. Tapi sekali minum obat dari Arab Saudi, langsung sembuh," pungkas Supriyono. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved