Situbondo

Berharap Diangkat PNS, Ratusan GTT Dan PTT Se-Kabupaten Situbondo Gelar Istighosah

Istighosah dan do'a bersama ini merupakan bentuk perjuangan, agar nasib para honorer GTT dan PTT dapat diangkat sebagai PNS

Berharap Diangkat PNS, Ratusan GTT Dan PTT Se-Kabupaten Situbondo Gelar Istighosah
suryamalang.com/Izi Hartono
Ratusan GTT dan PTT se Kabupaten Situbondo saat mengikuti istighosah dan doa bersama di Pendopo Kabupaten Situbondo. 

SURYAMALANG.COM, SITUBONDO- Ratusan honorer yang tergabung forum guru tidak tetap atau pegawai tidak tetap (GTT / PTT) se Kabupaten Situbondo, menggelar istighosah dan do'a bersama di Pendopo Kabupaten Situbondo, Senin (15/10/2018).

Istighosah dan do'a bersama digelar dengan harapan agar pemerintah dapat mengangkat mereka sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Ketua forum GTT/ PTT Kabupaten Situbondo, Misbahul Munir mengatakan, istighosah dan do'a bersama ini merupakan bentuk perjuangan, agar nasib para honorer GTT dan PTT dapat diangkat sebagai PNS.

Menurutnya, kebijkan pemerintah pusat tengan CPNS, merupakan kebijakan parsial dan tidak.menyentuh keadilan. Sebab, kata Misbahul Munir, pemerintah telah memberikan peluang pendaftaran CPNS, akan tetapi pengabdian para honorer belum terakomodir.

"Sementara usia honorer diatas 35 tahun masih belum ada peluang, ini yang dirasa kurang menyentuh keadilan. Apalagi honorer rata rata usianya diatas 35 tahun yang pengabdiannya lebih 15 tahun," ujar Misbahul Munir di Pendopo Kabupaten Situbondo.

Dikatakan Misbahul, dirinya berharap kepada pemerintah ada regulasi baru yang bisa mengangkat honorer GTT dan PTT ini yang berbasis pengabdian.

"Maksud saya honore GTT dan PTT tidak disamakan dalam perekrutannya," katanya.

Saat ditanya terkait adanya rencana pemerintah yang akan memperjuang nasib kesejahteraan honorer yang usianya diatas 35 tahun, Misbahul Munir menjelaskan, itu masih wacana karena para honorer sering di PHP.

"Logika saya sederhana saja, karena sampai saat ini payung hukumnya itu belum ada," jelasnya.

Ditegaskan, P3K itu bentuk sistem bentuk honorer yang sengaja dibentuk pemerintah pusat. "Kenapa saya bilang begitu, karena sama direktut dengan tes CPNS dan kontraknya pertahun," katanya.

Disisi lain, lanjutnya, ada P3K di lembaga dan pemerintah melakukan perekrutan CPNS. Sehingga dengan demikian nantinya para honorer akan tersisi.

"Jika nanti kami dan memiliki peran, maka kami akan mati. Ini bentuk pembunuhan secara berlahan. Ya kami tetap berharap ada pengangkatan terhadap para honorer," pungkasnya.

Penulis: Izi Hartono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved