Bekasi

Kata Sandi untuk Pejabat Bekasi Penerima Suap: Merlin, Tina Toon, Windu dan Penyanyi

"Untuk menyamarkan nama-nama kepala dinas tadi itu, ada Merlin, Tina Toon, Windu, Penyanyi," ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

Kata Sandi untuk Pejabat Bekasi Penerima Suap: Merlin, Tina Toon, Windu dan Penyanyi
bekasikab.go.id
Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dan empat pejabat bawahannya sebagai tersangka korupsi.

Mereka diduga menerima suap terkait perizinan proyek pembangunan Meikarta oleh Lippo Group di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

BERITA TERKAIT: Billy Sindoro, Petinggi Lippo Group Pernah Divonis 3 Tahun Penjara, Kini Menyuap Bupati Bekasi

BERITA TERKAIT: KPK Sebut Lippo Group Sogok Rp 7 Miliar pada Bupati Bekasi, Komitmennya Rp 13 Miliar

Dalam kasus suap ini, teridentifikasi penggunaan sejumlah kata sandi untuk menyamarkan nama-nama para pejabat di Kabupaten Bekasi.

"Untuk menyamarkan nama-nama kepala dinas tadi itu, ada Merlin, Tina Toon, Windu, Penyanyi," ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Senin (15/10/2018).

Adapun empat pejabat yang menjadi tersangka dalam kasus ini:

1. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,  Jamaluddin

2. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Sahat MBJ Nahor

3. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, Dewi Tisnawati

4. Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Neneng Rahmi

Laode mengatakan, proyek pembangunan Meikarta sangat kompleks sehingga melibatkan sejumlah kepala dinas.

"Memiliki rencana membangun apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga tempat pendidikan," kata Laode.

Sementara itu, realisasi pemberian saat ini diduga Rp 7 miliar melalui beberapa kepala dinas tersebut. Pemberian rencananya dilakukan secara bertahap. kompas.com

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved