Tulungagung

Mencegah Bentrok Antar Perguruan Silat, Pemkab Tulungagung Wacanakan Penghancuran Tugu Perguruan

Muncul wacana penghancuran tugu perguruan silat. Karena tugu itu dibangun oleh perguruan silat seolah sebagai penanda teritori

Mencegah Bentrok Antar Perguruan Silat, Pemkab Tulungagung Wacanakan Penghancuran Tugu Perguruan
suryamalang.com/David Yohanes
Forkopimda Tulungagung bersama perwakilan 14 perguruan silat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tulungagung mengundang 14 perguruan silat di Tulungagung. Pertemuan yang digagas PLT Bupati, Maryoto Birowo, selasa (16/10/2018) ini untuk menindaklanjuti penyerangan di Desa Suruhan Lor Kecamatan Bandung pada Minggu (7/10/2018) dini hari.

Pertemuan di Ruang Prajamukti, Pemkab Tulungagung ini berlangsung tertutup bagi awa media. "Ini tindaklanjut paskapenyerangan Suruhan Lor. Di sini kami menegaskan untuk menjaga perdamaian Tulungagung," terang Maryoto, seusai pertemuan.

Lanjutnya, dalam pertemuan ini setiap pimpinan perguruan pencak silat diminta untuk melakukan instropeksi. Diharapkan ada proses penyadaran di internal perguruan dan tidak saling menyalahkan pihak lain.

Selain itu Maryoto menegaskan, semua pihak harus menahan diri agar tidak terjadi iring-iringan massa. "Ke depan kita akan menghadapi Pemilu. Semua komitmen menjaga kondisi wilayah masing-masing," ujar Maryoto.

Selain itu muncul wacana penghancuran tugu pencak silat. Masih menurut Maryoto, tugu-tugu ini dibangun oleh perguruan silat seolah sebagai penanda teritori.

Keberadaan tugu ini yang kerap menyulut konflik. Sebab ada gangguan sedikit saja di tugu ini, maka akan membangkitkan amarah anggota pencak silat terkait.

Karena itu Maryoto meminta agar wacana ini segera disosialisasikan. "Sehingga nanti jika sudah saatnya, kebijakan ini tidak dianggap tiba-tiba," pungkas Maryoto.

Seperti diketahui, Minggu (7/10/2018) dini hari, ribuan pendekar silat menyerbu Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung. Dalam kejadian ini, tiga orang warga menjadi korban, satu di antara sempat koma.

Selain itu ada 12 rumah yang dirusak, delapan motor yang dirusak dan dibakar serta musala juga ikut menjadi sasaran amuk massa. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved