Tulungagung

Pengurus PN Kecewa, Polisi Belum Menangkap Pelaku Penyerangan Desa Suruhan Lor

Hanya ketegasan aparat keamanan yang bisa memulihkan kepercayaan publik. Sudah hampir 10 hari belum ada pelaku penyerangan yang ditangkap.

Pengurus PN Kecewa, Polisi Belum Menangkap Pelaku Penyerangan Desa Suruhan Lor
suryamalang.com/David Yohanes
Sekretaris perguruan pencak silat Pagar Nusa, Ubaidilah Suwito 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG -  Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Bandung, sekaligus sekretaris perguruan pencak silat Pagar Nusa, Ubaidilah Suwito mengaku kecewa dengan kinerja kepolisian.

Suwito adalah salah satu tokoh yang diundang Forkopimda, untuk pembahasan pasca penyerangan Desa Suruhan Lor, Selasa (16/10/2018) di Pemkab Tulungagung.

Menurutnya, hanya ketegasan aparat keamanan yang bisa memulihkan kepercayaan publik. "Sudah hampir 10 hari belum ada pelaku yang ditangkap," ucap Suwito selepas pertemuan bersama perwakilan 14 perguruan silat, Selasa (16/10/2018).

Kekecewaan warga juga buntut dari rentetan proses hukum yang tidak pernah tuntas. Menurutnya, ada 11 laporan kasus kekerasan oleh massa perguruan silat yang tidak pernah dituntaskan.

"Pasti akan ada unjuk rasa, khususnya warga PN yang pernah jadi korban bersama masyarakat," tegasnya.

Unjuk rasa ini adalah bagian cara para korban untuk menyampaikan aspirasi ke penegak hukum. Sebab menurutnya, aspirasi massa akar rumput selama ini tidak pernah didengar oleh Polres Tulungagung.

Mereka kecewa karena polisi terkesan membiarkan perilaku kekerasan perguruan silat tertentu. "Unjuk rasa itu pasti tak terhindarkan, bahkan ada teman-teman lain dari luar kota. Kami akan sampaikan data dan video," tandas Suwito.

Kekecewaan Suwito dan warga Suruhan Lor bermula saat penyerangan ribuan pendekar silat pada Minggu (7/10/2018) dini hari. Hingga hari ini tidak ada satu pun pelaku yang ditangkap dan diproses.

Polisi hanya menyatakan, sudah ada nama yang dikantongi dan dalam proses pengejaran. Dalam kejadian penyerangan itu tiga warga jadi korban, satu di antaranya sempat koma.

Selain itu ada 12 rumah yang dirusak, delapan motor yang dirusak dan dibakar serta musala juga ikut menjadi sasaran amuk massa. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved