Surabaya

Cara Gadis Asal Tuban Jual Diri Bersama Temannya di Surabaya

Ayuk diketahui menjual dirinya sendiri dan temannya melalui akun Facebook dan WhatsApp.

Cara Gadis Asal Tuban Jual Diri Bersama Temannya di Surabaya
PROSTITUSI - Ayuk alias Puspita (22) saat menjalani sidang tuntutan di Ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (17/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jaksa Rasyid menuntut terdakwa Ayuk alias Puspita binti Daslan (22) dengan pidana lima tahun penjara serta denda Rp 120 juta, subsider enam bulan kurungan, Rabu (17/10/2018).

Ayuk dinilai terbukti melanggar Pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Perempuan asal Tuban yang tinggal di Jalan Dukuh Kupang, Surabaya itu menjalani sidang di Ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang dipimpin ketua Majelis Hakim, Sarwaedi.

Perkara ini bermula dari penangkapan Ayu oleh anggota Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Juni 2018.

Saat itu, Ayuk melayani pria hidung belang bersama temannya di kamar Fave Hotel, Rungkut, Surabaya.

Mereka sedang bermain seks bertiga atau threesome.

Polisi juga menyita bill hotel, kondom bekas pakai, kondom yang masih utuh, uang tunai Rp 500.000, dan handphone. 

Ayuk diketahui menjual dirinya sendiri dan temannya melalui akun Facebook dan WhatsApp.

Dalam percakapan, Ayuk menawarkan layanan threesome senilai Rp 2 juta per jamnya.

Bila sudah disetujui tamunya, korban dan Ayuk membaginya 50:50. Pradhitya Fauzi

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved