Malang Raya

3 Tahun Belum Selesai, Maria Berharap Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang Segera Diselesaikan

3 Tahun Belum Selesai, Maria Berharap Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang Segera Diselesaikan

3 Tahun Belum Selesai, Maria Berharap Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang Segera Diselesaikan
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Maria Purbowati menunjukkan aset milik Pemkot Malang yang ditawarkan ke dia. Ruko itu sudah diberi garis Kejaksaan RI saat ini. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Maria Purbowati, korban penipuan oleh Leonardo Wibowo Soegio dan Natalia Christiana yang kini ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kota Malang, kembali angkat bicara.

Ia ingin Kejari Kota Malang bisa segera menyelesaikan kasus penjualan aset milik Pemkot Malang itu.

Maria mengaku sudah tiga tahun ini menunggu agar kasus itu segera diselesaikan. Ia juga mengaku mengalami kerugian miliaran Rupiah dan hak-haknya belum dikembalikan karena kasus tak kunjung usai.

"Jangankan seribu, seratus Rupiah pun belum kembali ke saya. Tiga tahun saya menunggu," ungkapnya, Kamis (18/10/2018).

Baca: Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang, Keluarga Leonardo Ajukan Permohonan Penangguhan ke Kejaksaan

Baca: Babak Baru Kasus Aset Pemkot Malang, Muncul Maria sebagai Korban Penipuan Leonardo dan Natalia

Maria berharap Kajari Kota Malang Amran Lakoni mengambil tindakan tegas karena sejumlah barang bukti dan tersangka sudah diketahui. Menurut Maria, selama mengikuti perkembangan kasus penjualan aset Pemkot Malang, Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Malang sudah bertugas dengan baik.

Terbukti dalam waktu yang tidak lama, sejumlah barang bukti dan tersangka telah ditemukan. Menurutnya, hanya perlu ketegasan Amran Lakoni selaku Kajari Kota Malang agar kerja keras dari Seksi Pidsus Kejari Kota Malang tidak sia-sia.

Maria merasa selama ini ia dipermainkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga kasus tidak kunjung diusut. Ia pun tidak ingin dipermainkan lagi oleh karena tersangka dan barang bukti sudah didapatkan oleh Kejari Kota Malang.

"Saya hanya ingin hak saya dikembalikan. Kalau sudah kembali, saya tidak akan cuat-cuat lagi," tegasnya.

Ia menduga ada permainan orang dalam sehingga kasusnya tak kunjung usai. Ia juga mengatakan mengetahui kronologi penyerahan sertifikat tanah yang menurutnya hanya rekayasa.

"Saya tahu bagaimana prosesnya itu. Itu hanya permainan drama. Padahal sertifikat sudah ada di petugas," terangnya.

Ia juga merasa dirugikan oleh seorang pengacara yang mengatasnamakan dirinya sebagai klien pengacara tersebut.

"Pengacara yang bernama Edo Bambang Parikesit bukan pengacara saya, jadi barang siapa mendengar bahwa Edo mengakui pengacara saya, itu tidak benar," jelasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved