Situbondo

Teks Pancasila Tulisan Arab Berukuran Besar, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Raih Rekor Muri

Untuk menyelesaikan tulisan kaligrafi, sebanyak 17 santri membutuhkan waktu selama 22 hari selesai tepat hari Santri Nasional

Teks Pancasila Tulisan Arab Berukuran Besar, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Raih Rekor Muri
suryamalang.com/Izi Hartono
Kaligrafi tulisan Arab teks Pancasila sepanjang 27 meter dan lebar 9 meter yang meraih rekor muri. 

SURYAMALANG.COM, SITUBONDO - Kaligrafi tulisan arab tentang hubungan Pancasila dengan Islam berukuran panjang 27 meter dengan lebar 9 meter di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo Kecamatan Banyuputih Situbondo, memecahkan rekor muri.

Pemecahan rekor muri kaligrafi arab tulisan pancasila tersebut merupakan hasil karya ratusan santri Pondok Pesantren asuhan KHR Achmad Azaim Ibrahimy.

Rekor muri diberikan langsung oleh menejer Muri, Ridho Al Amin kepada KHR Achmad Azaim Ibrahimy di hadapan ribuan santri dan santriwatinya.

KHR Achmad Azaim Ibrahimy mengatakan, pada hari ini menyambut kedatangan kirap dari Curah Kalak menuju pesantren dan dilanjukan pengukuhan rekor muri kaligrafi berukuran 29 meter X 9 meter yang bertuliskan deklarasi hubungan Pancasila dengan Islam.

Menurutnya, ada lima poin esensi deklarasi itu. Yang pertama Pancasila sebagai falsafah negara tidak dapat menggantikan kedudukan agama.

Bahkan, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara itu menjiwai sila sila yang lain dengan mencerminkan nilai tauhid dalam islam dan beberapa hubungan yang lainya. "Ini nanti kita akan jelaskan," kata KHR Achmad Azaim Ibrahimy.

Nilai filoaofisnya, kata pengasuh ke empat di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah itu, kaligrafi sepanjang 27 meter yang bermakna muktamar NU ke 27 di Situbondo. Sedangkan lebar sembilan meter bermakna penyebar islam di tanah jawa yang dikenal dengan Wali Songo.

"17 santri sebagai penulis kaligrafi ini sama dengan jumlah rakaat solat, Al Quran diturunkan pada tanggal 17 Romadan, hari Kemerdekaan RI Juga pada tanggal 17," jelasnya.

Dikatakannya, untuk menyelesaikan tulisan kaligrafi ini, sebanyak 17 santri membutuhkan waktu selama 22 hari yang tepat dengan hari Santri Nasional.

"Kaligrafi ini diangkat sebanyak 313 santri dengan berdizikir basmalah sebanyak 313 kali. Ini sesuai dalam perang Badar yang diikuti sebanyak 313 sahabat," urainya.

Halaman
12
Penulis: Izi Hartono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved