Universitas Negeri Malang

Tim Mahasiswa UM Raih Medali Emas di Olimpiade Vokasi Indonesia

David Bryan Satria dkk, tim mahasiswa Tata Boga Universitas Negeri Malang (UM) meraih kemenangan di Olimpiade Vokasi Indonesia (Olivia) 3.0.

Tim Mahasiswa UM Raih Medali Emas di Olimpiade Vokasi Indonesia
Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang dari Tata Boga yang meraih medali emas di Olimpiade Vokasi Indonesia di Unair Surabaya pada 18-19 Oktober 2018 lalu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - David Bryan Satria dkk, tim mahasiswa Tata Boga Universitas Negeri Malang (UM) meraih kemenangan di Olimpiade Vokasi Indonesia (Olivia) 3.0 di Fakultas Vokasi Universitas Airlangga Surabaya pada 18-19 Oktober 2018.

David bersama Johannes Dwi dan Rizky Muhaimin, mahasiswa angkatan 2018 mendapat medali emas di live cooking atau masak di tempat. "Saya memang senang ikut lomba-lomba," jelas David pada Suryamalang.com di lobi Graha Rektorat UM, Selasa (23/10/2018).

Ini sudah disenangi sejak duduk di SMKN 3 Kota Kediri. Berkat lomba, ia bisa masuk sebagai mahasiswa UM jalur mandiri prestasi. Saat kuliah, kesukaan ikut lomba diteruskan. Selain untuk unjuk kemampuan, dari prestasi yang diperoleh itu, ia bisa mendapat pembebasan biaya kuliah.

"Juga bisa menambah pengalaman. Saya juga bisa melihat karya peserta lain," kata cowok kelahiran Kediri, 17 Mei 1999 ini. David kini duduk di semester 3 D3 Tata Boga. Dari empat lomba yang diikutinya selama menjadi mahasiswa UM, di tiga meraih kemenangan.

Dikatakan dia, ikut Olivia atas inisiatifnya sendiri. Di 10 besar, ia berkreasi "Nasi Kuning Rolade". Ia membentuknya mirip onigiri berbentuk segitiga. Ada nasi kuning, tahu segitiga, rolade ayam sayur dan diberi sambal ijo dan merah. Sehingga nasi kuningnya terlihat unik. 10 besar itu terdiri dari 10 tim mahasiswa. Per tim ada tiga mahasiswa.

Mereka dari IPB, Politeknik NSC, UI, Undip dll. Dari 10 besar diperas jadi lima besar dan tiga besar. Apa yang bakal dimasak jadi misteri karena bahan-bahan ada di kotak misteri. "Apa yang sudah saya rencanakan, ternyata beda," kata dia.

Dari bahan itu, timnya membuat sup ikan mujaer dengan kuah soto serta salad buah dengan saus dari kuning telur, cuka dan garap. Sedang sayurannya digulung. Dikatakan David yang mengidolakan Chef Juna ini, ia menyukai western food karena gak paten resepnya dan bisa dikreasi. Selain itu juga simple.

Kekhasannya adalah suka menata makanan unik. Contohnya saja bikin urap-urap juga dikemas menarik. "Kemasan makanan menarik dan unik itu lebih diperhatikan orang. Mungkin rasa nomer dua," jawab David yang juga mengajar di SMA Walisongo, Pasuruan ini.

Selain itu, ia juga pasti menyertakan edible flower, bunga layak makan di platting. Sehingga jadi kekhasannya. Alasannya kelihatan cantik. Ini terinspirasi chef-chef luar negeri. Bahkan ada beberapa yang ditanam di kosnya. Sehingga saat diperlukan tinggal dipetik. "Sebab di Malang tidak ada yang menjual edible flower," pungkasnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved