Bisnis

Gandeng Kadin Jatim, Bupati Fadeli Berupaya Tarik Investasi Masuk Ke Kabupaten Lamongan

Tiap tahun selalu mempromosikan potensi daerah Lamongan di depan pengusaha untuk menarik investasi sebesar mungkin

Gandeng Kadin Jatim, Bupati Fadeli Berupaya Tarik Investasi Masuk Ke Kabupaten Lamongan
suryamalang.com/Sri Handi Lestari
Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Dedy Suhajadi (kiri) dan Bupati Lamongan H Fadeli (kedua dari kiri) saat melakukan pemaparan untuk mendorong investasi di Kabupaten Lamongan saat di Surabaya, Selasa (23/10/2019/8) malam. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan agresif membidik investor untuk mengembangkan potensi di wilayahnya. Antara lain produk perikanan dan pertanian.  Salah satu yang menarik adalah investor di sektor perikanan budidaya, yaitu udang dan bandeng yang selama ini menjadi komoditas unggulan.

"Selain itu juga produk perikanan laut. Kami memiliki garis pantai yang cukup panjang, sehingga potensi perikanan lautnya besar. Silakan diinvestasi sebagai produk olahan," kata H Fadeli, Bupati Lamongan, saat berada di Surabaya, Selasa (23/10/2018) malam.

Selain perikanan, potensi lainnya adalah pertanian, berupa produk jagung. Saat ini sudah ada industri pengolahan jagung di Lamongan.

Setelah perikanan dan pertanian, Fadeli menyebutkan, pihaknya juga membidik pasar perdagangan. Mengingat wilayah Lamongan sudah memiliki fasilitas berupa pelabuhan antar pulau, jalan utama yang merupakan jalur penting Jawa Timur (Jatim).

Di tahun 2018 ini, Bupati Lamongan Fadeli menargetkan bisa membukukan investasi sekitar Rp 28 triliun.

"Tiap tahun kami selalu mempromosikan potensi daerah Lamongan di depan pengusaha untuk menarik investasi mereka. Dengan pengusaha Jatim, ini yang ke tiga kalinya. Dan hasilnya, selama kurun waktu lima tahun terakhir, investasi yang masuk di Lamongan semakin membaik dan mencapai Rp 26 triliun. Sementara pada tahun ini kami targetkan sebesar Rp 28 triliun,” beber Fadeli.

Produksi ikan di Lamongan mencapai 129.000 ton dalam satu tahun. Dari jumlah itu baru 60 persen yang sudah diolah baik untuk internal atau ekspor. Sekitar 40 persen produksi ikan yang belum diolah. "Untuk itu kami mempersilahkan pengusaha masuk dan berinvestasi,” tambah Fadeli.

Selain komoditas ikan, produksi Jagung Lamongan juga sangat besar. Saat ini produksi jagung Lamongan mencapai 571 ribu ton per tahun. Selain untuk pakan ternak, saat ini juga dilakukan pengolahan jagung yang lainnya, bahkan hingga tingkat Bumdes.

“Tetapi kalau ada pengusaha yang mau masuk, silahkan. Karena Lamongan saat ini sedang menyusun roadmap membangun lahan percontohan pertanian jagung modern di desa Banyubang kecamatan Solokuro di lahan seluas 100 hektar untuk tahun 2016 hingga 2019 dengan produksi 10 ton per hektar dari sebelumnya 5,81 ton per hektar,” terang Fadeli.

Potensi yang juga bisa dimanfaatkan investor adalah besarnya kebutuhan sapi hidup dewasa yang salah satunya untuk produksi pupuk organik di Lamongan karena petani di sana lebih senang menggunakan pupuk organik sendiri. Saat ini, jumlah sapi di Lamongan mencapai 108 ribu sapi, masih kurang sekitar 80 ribu ekor sapi agar bisa memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan pupuk organik.

"Biasanya kami disuplai dari Jombang dan Bojonegoro. Kebutuhan kotoran sapi kami memang besar karena petani lebih senang pupuk organik buatan sendiri. Sementara 65 persen dari lahan pertanian di Lamongan yangencapai sekitar 110 hektar telah menggunakan pupuk organik,” ujarnya.

Terkait kesiapan Kabupaten Lamongan dalam menyambut investor, ia mengatakan bahwa tata ruang Lamongan sudah jelas, sisi utara untuk pengembangan industri maritim, kawasan selatan untuk perdagangan dan agrobis.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Dedy Suhajadi menyambut baik dan mengapresiasi atas inisiatif Pemkab Lamongan untuk bertemu dan menawarkan potensi mereka kepada para pengusaha Jatim. Ada sekitar 60 pengusaha Jatim yang hadir dalam kesempatan tersebut.

“Pemerintah Daerahnya sangat proaktif bahkan mereka menggerakkan semua lini usaha yang bisa mendongkrak perekonomiannya. Kalau semua pemerintah kabupaten di Jatim bergaya seperti ini, gubernurnya sangat enak, tinggal menjalankan fungsi koordinasinya karena ekonomi pasti jalan sebab yang jadi ujung tombak adalah pemkab,” ungkap Dedi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved