Breaking News:

Surabaya

Tanggapan Mahfud MD soal Pembakaran Bendera di Garut, Jawa Barat

MUI dan Kemendagri mengatakan itu bukan bendera HTI tapi ada yang mengatakan, seperti Pak Wiranto, itu bendera HTI

Sofyan Arif Candra Sakti
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menyarankan agar semua pihak untuk saling menjaga pendapatnya terkait kasus pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat.

Karena menurut Mahfud sampai saat ini motif dari pembakaran bendera tersebut belum jelas, sehingga duduk permasalahan dari kasus tersebut juga belum jelas.

"Motifnya kan kita tidak tahu apa, masih simpang siur apakah yang dibakar itu bendera HTI atau bukan, tetapi MUI dan Kemendagri mengatakan itu bukan bendera HTI tapi ada yang mengatakan, seperti Pak Wiranto, itu bendera HTI. Di kalangan pemerintah saja sudah beda jadi kita melihat saja sudah sulit menilai ini kasus apa," kata Mahfud, saat ditemui di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Rabu (24/10/2018).

Mahfud pun menyarankan agar masyarakat menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

"Polisi kan sudah mengambil tindakan jadi kita tidak usah menilai dulu agar suasananya tidak semakin panas dan supaya diingat bisa saja ada provokasi dari kedua belah pihak," kata Mahfud.

"Dari pihak yang dituduh membakar itu mungkin saja ada orang yang menyusup sengaja disuruh membakar agar melakukan tindak kekerasan yang dilawan oleh orang lain yang diprovokasi juga agar saling bentrok," lanjutnya.

Menurut Mahfud, pada situasi politik saat ini banyak sumber provokator yang berdiri di banyak kaki yang sengaja memprovokasi untuk membuat keributan.

"Oleh sebab itu kita harus hati-hati dan menyelesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin. Jangan terlalu banyak pendapat saya tidak mau menambahi pendapat nanti malah jadi bingung," pungkasnya. Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved