Mojokerto
Harta Senilai Rp 100 Juta Jadi Abu di Jetis, Mojokerto
Gudang rongsokan plastik di Dusun Pelabuhan Desa Jetis Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto dilalap si jago merah, Kamis (25/10/2018) pukul 14.10.
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Gudang rongsokan plastik di Dusun Pelabuhan Desa Jetis Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto dilalap si jago merah, Kamis (25/10/2018) pukul 14.10.
Seisi gudang hangus terbakar. Harta senilai Rp 100 juta pun jadi abu.
Warga yang tinggal bersebelahan dengan gudang panik berhamburan keluar rumah ketika melihat kepulan asap hitam membubung tinggi dari gudang rongsokan.
Sebagian dari mereka berinisiatif memadamkan kobaran api secara manual. Mereka menyemprotkan air dari selang dan menyiram dengan menggunakan ember.
Tak seberapa lama mobil pemadam kebakaran serta pihak kepolisian datang ke lokasi jadian. Para warga dan pengendara motor semakin berkerumun melihat proses pemadaman.
Tak lupa mereka merekam proses pemadaman dengan kamera gawai. Sebagian mereka juga nekat mendekat ke pintu gerbang gudang rongsokan untuk mengabadikan. Namun, petugas menghalaunya.
Arus lalu lintas pun sempat macet. Melihat hal tersebut, petugas kepolisian dengan sigap mengatur lalu lintas. sistem buka tutup jalur diberlakukan untuk mengurai kemacetan.
Muhammad Nursalim (53) pemilik gudang rongsokan mengakatan, kebakaran terjadi diduga berasal dari percikan api mesin las. Percikan api itu jatuh tepat di atas tumpukan rongsokan plastik.
"Kobaran api itu pertama kali terlihat dari pojok kiri gudang. Di samping gudang ada seseorang sedang melakukan pengelasan kerangka besi tenda. Percikan api itu yang diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran," katanya.
Ketika melihat kobaran api, keenam pekerja gudang rongsokan dibantu warga mencoba untuk memadamkan api. Sebagian bertugas menghubungi pemadam dan pemilik gudang Nursalim.
Sayangnya, usaha mereka sia-sia. Sebab, rongsokan itu berbahan dasar plastik yang tentunya mudah sekali terbakar. Selain itu api juga cepat merembet karena tersapu angin.
"Warga membantu para pekerja memadamkan api dengan alat sederhana yakni timba. Warga yang tinggal di sebalah gudang juga panik berlarian dan menyelamatkan barang-barang berharganya. Api cepat membersar dan merembet. Satu mobil pemadam kebakaran tak mampu memadamkan," timbal warga Dusun Pelabuhan Desa Jetis Kabupaten Mojokerto bernama Dillah (42).
Nursalim harus merelakan seluruh rongsokan plastik miliknya yang hangus terbakar. Padahal, baru beberapa jam rongsokan plastik itu dikirim ke gudangnya oleh perusahaan penghasil barang yang terbuat dari plastik.
"Kebetulan hari ini gudang saya penuh barang rongsokan. Karena baru saja mendapat kiriman. Total kerugiannya mencapai Rp 100 juta," sebut Nursalim.
Sementara itu, Kapolsek Jetis AKP Subiyanto mengatakan, dirinya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun, dari penuturan pegawai Nursalim kobaran api dipicu adanya percikan las yang jatuh ke tumpukan plastik. Pihaknya akan melakukan penyelidikan.
"Meski begitu kami akan tetap memintai keterangan pemilik berserta pekerja gudang rongsokan dan pekerja pengelasan," ucapnya.
Ia menyebutkan, pihaknya mendapat laporan dari warga terkait adanya peristiwa kebakaran gudang rongsokan pukul 14.30. "Saya langsung menerjunkan seluruh personel. Kemudian saya meminta bantuan 6 mobil PMK untuk memadamkan api," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/harta-senilai-rp-100-juta-jadi-abu-di-jetis-mojokerto_20181025_171832.jpg)