Bisnis

Pemprov Jatim Dorong Pelaku UMKM Terapkan Produk SNI

Pasar bisa menjadi terpercaya apabila ada standar yang dilakukan baik secara nasional maupun internasional pada produk UMKM

TribunJatim.com/Arie Noer Rachmawati
Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya usai pembukaan Pameran IQE Expo 2018 di Grand City Surabaya, Kamis (25/10/2018). 

Laporan wartawan Tribunjatim.com, Arie Noer Rachmawati

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap produknya guna menembus pasar internasional.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan, pasar bisa menjadi terpercaya apabila ada standar yang dilakukan baik secara nasional maupun internasional pada produk-produk UMKM.

"Karena hal itu mempunyai hubungan yang erat kaitannya dengan kepercayaan (trust) antara buyer dan seller," kata Soekarwo usai pembukaan Pameran IQE 2018 di Grand City Surabaya, Kamis (25/10/2018).

Dia menjelaskan, jumlah UMKM di Jatim berdasarkan sensus ekonomi 2016 sudah ada 12,1 juta UMKM atau naik 300 persen yang semula 4,2 juta. Sedangkan, UMKM yang sudah menerapkan SNI pada produknya sekaligus mengekspornya ada 1.294 UMKM.

Pesatnya jumlah UMKM ini dikarenakan tiga faktor utama antara lain produksinya di standarisasi, pembiayaan di subsidi dengan bunga murah 6 persen, dan pasarnya didorong pemerintah melalui kantor dagang.

"Nah, kalau UMKM sudah sangat berkembang pesat ini berarti harus bisa jadi potensi ekonomi yang riil dan harus standarisasi. Tidak mungkin kan "madumongso" dibungkus plastik begitu saja, ya harus dikemas bagus lalu kalau mau diekspor rasanya tidak terlalu manis dan sebagainya," jelasnya.

Kendati begitu, untuk meningkatkan produk-produk UMKM supaya ber-SNI ini, pemerintah Provinsi Jatim menjalin kerjasama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Kantor Layanan Teknis (KLT) di Jawa Timur.

"Nah, kalau sudah ada KLT di sini diharapkan bakal banyak UMKM yang daftar kesini. Kemudian, masuklah konsep digital ekonomi melalui marketplace yang dimiliki Pemprov Jatim. Disitu juga akan terus dilakukan proses inkubator agar produk-produk UMKM banyak yang menerapkan SNI," terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved