Gresik

Cegah Pungli, Dishub Akan Uji Coba Parkir Elektronik Di Pasar Kota Gresik

Dari penerapan parkir elektronik diharap dapat mencegah dugaan pungutan liar (Pungli) dan memberikan pelayanan terbaik

Cegah Pungli, Dishub Akan Uji Coba Parkir Elektronik Di Pasar Kota Gresik
suryamalang.com/Sugiyono
Alat untuk kartu parkir elektronik di Pasar Kota Gresik Jl Samanhudi Kecamatan Gresik sudah terpasang. Rencananya dalam waktu pekan depan akan diuji coba, Jumat (26/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Dinas perhubungan Kabupaten Gresik segera memberlakukan parkir elektronik di Pasar Kota Gresik Jalan Samanhudi Kecamatan Gresik. Diharapkan, dari pemasangan alat tersebut dapat  mencegah dugaan pungutan liar (Pungli) dan memberikan pelayanan terbaik terhadap pengguna kendaraan yang parkir di tepi jalan umum.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik, AH Sinaga mengatakan, pemasangan alat parkir elektronik ini untuk memudahkan masyarakat dalam pembayaran parkir kendaraan saat di tempat umum.

"Tentunya dengan parkir sistem elektronik tersebut bisa memberikan kenyamanan pada warga ," kata Sinaga, Jumat (26/10/2018).

Selain memudahkan pelayanan parkir, inovasi parkir elektronik itu juga diharapkan bisa mencegah terjadinya dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap juru parkir (Jukir).

"Nanti, dalam uji coba pada Senin depan, pemilik kendaraan yang parkir di Pasar Kota Gresik, Jalan Samanhudi dapat meminta petugas parkir untuk penggunaan parkir elektronik. Sehingga tidak perlu membayar uang tunai," katanya.

Di sepanjang Jalan Samanhudi Kecamatan Gresik tersebut, setidaknya sudah dipasang 10 unit mesin parkir elektronik yang akan diuji coba pada pekan depan. Dalam uji coba tersebut, pelanggan tidak perlu membayar uang tunai, tapi cukup meminta menggesekkan kartu parkir elektronik oleh petugas parkir.

"Baru setelah uji coba selama sepakan lebih, Pemkab Gresik akan kerja sama dengan bank Jatim dan bank swasta lainnya untuk penggunaan kartu parkir elektronik," imbuhnya.

Rencananya, kartu parkir elektronik tersebut akan menggandeng jasa pembayaran online, sepeti Go Jek dengan aplikasi Go Pay, Brizzi, Flazz dan T-Chas. "Intinya kita memberikan kemudahan kepada pengendara kendaraan saat parkir di tepi jalan umum khususnya di Jalan Samanhudi Kecamatan Gresik," katanya.

Namun, rencana uji coba tersebut tidak semuanya diterima dengan baik oleh masyarakat. Beberapa pengunjung Pasar Kota Gresik mengaku penggunaan parkir elektronik akan membuat semakin ribet dan antrian panjang pengguna kendaraan, sebab untuk menggunakan kartu parkir elektronik harus memasukan nopol kendaraan.

"Inovasi parkir elektronik ya pasti ada pro dan kontra. Disisi lain ingin menghapus pungli dan meningkatkan pelayanan. Disisi lain seolah-olah pemerintah membiarkan pungli. Sebab, ini di karcis tertulis Rp 1.000, tapi saya harus membayar Rp 2.000," kata Yanto, pengusaha warung makan yang setiap hari belanja di Pasar Kota Gresik.

Sementara orang petugas parkir mengatakan, dengan adanya parkir elektronik akan memperpanjang antrian pengendara kendaraan untuk membayar parkir.

"Sebab harus memasukan nomor kendaraan, baru membayar. Tidak seperti di tol yang cukup menempel," kata seorang jukir di Pasar Kota Gresik yang enggan menyebutkan namanya.

Walaupun sisi baiknya yaitu petugas jukir akan mendapat bayaran langsung dari Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik. "Informasinya kita akan mendapatkan bayaran, tapi berapa besarnya saya belum dapat kabar," ucap tukang parkir tersebut. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved