Malang Raya

Mengerikan! Puluhan Pelajar SMP 19 Kota Malang Kesurupan Gara-gara Parfum

Kesurupan masal itu dipicu oleh aroma minyak parfum yang biasa digunakan ketika ada pertunjukkan bantengan.

Mengerikan! Puluhan Pelajar SMP 19 Kota Malang Kesurupan Gara-gara Parfum
surya/imam taufiq
ILUSTRASI PELAJAR KESURUPAN 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Kesurupan massal terjadi di SMP 19 Kota Malang, Jumat (26/10/2018). Kesurupan masal itu terjadi ketika para siswa sedang masuk jam istirahat.

Kepala Sekolah SMP 19 Kota Malang Sukarji menjelaskan, kesurupan masal itu dipicu oleh aroma minyak parfum yang biasa digunakan ketika ada pertunjukkan bantengan. Parfum itu dibawa oleh seorang siswa yang duduk di bangku kelas tujuh.

"Ada anak yang ikut kesenian Bantengan. Bawa minyak yang dibuat Bantengan. Dari situ ada teman sekelas kesurupan karena dibuka minyak itu," ujar Sukarji kepada SURYAMALANG.COM.

Sukarji menjelaskan, ada puluhan murid yang kalap ketika peristiwa terjadi. Peristiwa itu awalnya mengenai siswa kelas tujuh. Kemudian merambat ke siswa kelas delapan yang sedang istirahat di luar kelas.

"Kan anak-anak keluar kelas, nah itu akhirnya ada beberapa anak yang terpengaruh," imbuhnya.

Sejumlah guru dan pelajar mencoba menyembuhkan siswa yang kalap. Namun naasnya, ada pelajar yang ketika mencoba menyembuhkan justru ikut kalap.

Tidak hanya siswa lelaki, pelajar perempuan pun ikut kalap. Dikatakan Sukarji, para pelajar perempuan yang kalap bernyanyi dan menari seperti dalam pertunjukkan Bantengan.

"Yang perempuan ya gitu, nyanyi dan nari-nari seperti Bantengan," katanya.

Pihak sekolah lantas menghubungi para orangtua walimurid. Kemudian siswa yang lain dan tidak kalap dipulangkan lebih awal.

"Daripada nanti yang lain ikut terpengaruh. Akhirnya anak-anak yang lain dipulangkan," katanya.

Pukul 13.20, kondisi mulai membaik. Para murid yang kalap mulai sadar. Pada pukul 13.30 para murid yang sadar mulai pulang ke rumah.

Akibat peristiwa itu, para siswa pulang lebih awal. Seharusnya ada dua jam pelajaran lagi. Namun karena situasi yang tidak memungkinkan, akhirnya dipulangkan lebih awal.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved