Madiun

Keluarga Pramugari Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 Tak Berani Nonton TV Lagi

Bupati Madiun menyambangi kediaman keluarga Alviani Hidayati Solikah, pramugari yangmenjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Keluarga Pramugari Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 Tak Berani Nonton TV Lagi
SURYAMALANG.COM/Rahardian Bagus
Bupati Madiun, Ahmad Dawami atau Kaji Mbing (mengenakan batik lengan panjang dan peci hitam) mengobrol dengan keluarga Alviani Hidayati Solikah di rumah duka di Dukuh Gantrung, Desa Mojorejo, Kabupaten Madiun, Senin (28/10/2018) malam. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Bupati Madiun, Ahmad Dawami menyambangi kediaman keluarga Alviani Hidayati Solikah (19) di rumah korban di RT14/RW07, Dukuh Gantrung, Desa Mojorejo, Kabupaten Madiun, Senin (28/10/2018) malam.

Alviani adalah pramugari korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang kemarin.

Orang tua Alviani, Sukartini dan Slamet menemui bupati yang akrab disapa Kaji Mbing tersebut.

( Baca juga : Curhatan Pilu Husni Fadhil, Kekasih Pramugari Lion Air, Setia Menunggu Hingga Ungkap Chat Terakhir )

Sukartini dan Slamet masih tampak shock. Orang tua Alviani ini tidak banyak bicara.

“Bagaimana bu, sehat kan?” tanya Kaji Mbing kepada Sukartini.

Sukartini hanya menjawab dengan anggukan pertanyaan Kaji Mbing tersebut.

( Baca juga : Mengenang Pramugari Lion Air dari Madiun, Cantik dan Pintar Berdebat Bahasa Inggris )

Slamet mengaku sempat menonton televisi. Namun, setelah itu dia tidak kuat lagi.

“Sekarang saya tidak berani menonton televisi lagi,” kata Slamet dengan suara lirih.

“Tidak usah nonton televisi. Biar mbah lurah saja yang menonton televisi,” kata Kaji Mbing pelan.

 ( Baca juga : Percakapan Terakhir Pramugari Lion Air JT-610 dengan Mantan Guru Bahasa Inggris di Madiun )

Orang tua Alvi tampak sangat bersedih, dan tidak bisa tidur.

Mereka tetap berjaga menunggu kabar kepastian keberadaan putri semata wayangnya.

Kaji Mbing mengatakan pemerintah siap memfasiitasi kendaraan bila keluarga membutuhkan.

( Baca juga : Pembacokan di Surabaya, 1 Orang Tewas, dan 1 Orang Lain Terluka )

Dia juga telah minta Camat Kebonsari untuk membantu pihak keluarga.

“Pasrah kepada Allah SWT. Kalau Allah SWT yang mengatur, pasti yang terbaik,” kata Kaji Mbing.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved