Universitas Negeri Malang

Dirjen Belmawa Bakal Kumpulkan WR 3 Terkait UKM Pembinaan Ideologi Bangsa

Para Wakil Rektor III akan dikumpulkan terkait pembentukan UKM Pembinaan Ideologi Bangsa (PIB) di kampus.

Dirjen Belmawa Bakal Kumpulkan WR 3 Terkait UKM Pembinaan Ideologi Bangsa
sylvianita widyawati
Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof Intan Ahmad PhD (batik merah) saat hadir di pelantikan Pengurus Bapomi Jatim periode 2018-2021 di Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (31/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof Intan Ahmad PhD menyatakan akan mengumpulkan para Wakil Rektor III terkait pembentukan UKM Pembinaan Ideologi Bangsa (PIB) di kampus. Hal ini menindaklanjuti keluarnya Permendikti nomer 55 tahun 2018.

"November ini saya akan kumpulkan para WR III," jelas Intan pada Suryamalang.com, Rabu (31/10/2018) usai melantik pengurus Bapomi (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia) Provinsi Jatim periode 2018-2021 di Universitas Negeri Malang (UM). Katanya, dalam permendikti itu, perguruan tinggi bisa membentuk UKM itu.

"Tapi teknisnya nanti akan dibicarakan dalam pertemuan para WR III," jelasnya.

Meski mungkin di perguruan tinggi ada, namun bisa juga di tempat lain tidak ada. Sebab di Indonesia ada 4000 an perguruan tinggi. Dan radikalisme merupakan hal serius.

Sehingga perlu ada pikiran-pikiran dari kampus mengenai konsesus kebangsaan yang harus dijaga. Yaitu tentang NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Untuk itu perlu ada wadah di kampus sebagai UKM.

Sedang mahasiswa yang juga ikut organisasi eksternal boleh ikut di UKM namun tidak boleh berpolitik praktis di organisasi kemahasiswaan itu. Sedang Dr Syamsul Hadi MPd MEd, Wakil Rektor III UM berpendapat memilih menunggu juknisnya.

"Saat pertemuan Forum Rektor Jawa Timur di Jember baru-baru ini juga membahas permendikti ini. Sikapnya akan menunggu kajian," jawab Syamsul Hadi terpisah. Apalagi ia juga belum mendapatkan dokumen permendikti yang baru itu.

"Sama juga dengan wartawan yang mengetahuinya dari siaran pers kemenristekdikti," ujarnya. Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai perubahan ujian di SBMPTN 2019 yang menggunakan komputer dan tidak ada lagi ujian tulis berbasis kertas serta pembahasan e learning untuk memenuhi kebutuhan sekarang dengan IT.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved