Sidoarjo

Jannatun Cintya Dewi, Korban Lion Air JT 610 Dapat Kenaikan Pangkat Anumerta Dari Kementerian ESDM

Almarhumah mendapat kenaikan pangkat anumerta. Jabatan terakhir sebagai analis kebijakan hilir migas Dirjen Migas Kementerian ESDM

Jannatun Cintya Dewi, Korban Lion Air JT 610 Dapat Kenaikan Pangkat Anumerta Dari Kementerian ESDM
suryamalang.com/M Taufik
Pemakaman Jenazah, Jannatun Cintya Dewi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air, Kamis (1/11/2018) 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 asal Sidoarjo, Jannatun Cintya Dewi mendapat kenaikan pangkat dari tempatnya bekerja, Dirjen Migas Kementerian ESDM.

Kenaikan pangkat itu dibacakan perwakilan Kementerian ESDM, Mukti Winarto, dalam prosesi pemakaman di tempat pemakaman umum Desa Suruh Kecamatan Sukodono Sidoarjo, Kamis (1/1/2018).

Mengawali sambutannya, Mukti Winarto membacakan daftar riwayat hidup singkat almarhumah. Anak pertama dari dua bersaudara itu lahir di Sidoarjo 12 September 1994.

"Pangkat terkahir di Dirjen Migas Kementerian ESDM adalah Penata Muda IIIA. Dan almarhumah mendapat kenaikan pangkat anumerta. Jabatan terakhir sebagai analis kebijakan hilir migas Dirjen Migas Kementerian ESDM," ujarnya di hadapan ratusan petakziah yang turut mengantarkan pemakaman korban.

Kemudian, sambutan dilanjutkan oleh Endang Sutisna, Kaur Umum Kementerian ESDM. Mewakili kementerian, pria dengan baju serba hitam itu menyampaikan bela sungkawa dan duka teramat dalam atas peristiwa ini.

"Almarhumah merupakan salah satu putri terbaik di Dirjen Migas. Dia terkenal dengan kecerdasannya, tanggungjawab dan loyalitasnya dalam menjalankan tugas," kata Endang.

Jannatun Cintya Dewi adalah korban pertama kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang berhasil diidentifikasi. Jenazahnya sudah dipulangkan ke rumah duka dan telah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Staf di Dirjen Migas Kementerian ESDM ini adalah anak pertama pasangan suami istri Bambang Supriyadi (48) dan Surtiyem (45) warga Dusun Prumpon, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Sarjana teknik kimia ITS Surabaya itu sudah bekerja di Jakarta sejak dua tahun. Terakhir dia pulang sekitar satu bulan lalu, sampai ada kabar bahwa gadis 24 tahun yang akrab dipanggil Yayas ini ikut menjadi korban kecelakaan pesawat di perairan Karawang, Jawa Barat.

Penulis: M Taufik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved