Bisnis

Mulai Menguat, Target Rupiah Di Akhir Tahun Belum Direvisi

Sentimen utama yang membuat rupiah menguat karena didorong sentimen global yang relatif lebih "bersahabat"

Editor: Achmad Amru Muiz
Tribunnews.com
Nilai tukar Rupiah menguat 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Meski rupiah di akhir pekan lalu (2/11) menguat, ekonom memproyeksikan volatilitas rupiah hingga akhir tahun ini masih akan tinggi dan belum merevisi target rupiah di akhir tahun.

Mengutip Bloomberg di pasar spot, Jumat (2/11), rupiah tercatat menguat 1,14 persen ke Rp 14.955 per dollar AS.

Ekonom Pefindo Fikri C. Permana mengatakan, sentimen utama yang membuat rupiah menguat karena didorong sentimen global yang relatif lebih "bersahabat". Tak heran bila, indeks dollar AS turun tajam sejak 30 Oktober 2018.

"Saya memproyeksikan rupiah masih akan memiliki volatilitas besar, terutama dari kemungkinan kenaikan The Fed," kata Fikri, Minggu (4/11).

Sementara dari dalam negeri, data defisit neraca transaksi berjalan diproyeksikan akan menjadi penggerak utama bagi rupiah selain data arus modal asing di pasar keuangan domestik.

Melihat rupiah yang kini sudah berada di bawah Rp 15.000 per dollar AS, Fikri dan tim belum akan merevisi target posisi nilai tukar rupiah di akhir tahun. "Rentang masih sama relatif di angka Rp 15.000 (+/- 500) karena mengingat volitilitas global yang masih besar yang sama sekali tidak bisa kami kontrol," kata Fikri.

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved