Mojokerto

Cerita Tata Nadhira Suka Seni Tari hingga Punya Murid asal Maroko

Atheea Tata Nadhira, Humas dan Protokol di Pemerintah Kota Mojokerto dan kuliah di Universitas Mayjend Sungkono jurusan Pendidikan Ekonomi.

Cerita Tata Nadhira Suka Seni Tari hingga Punya Murid asal Maroko
Atheea Tata Nadhira, Humas dan Protokol di Pemerintah Kota Mojokerto dan kuliah di Universitas Mayjend Sungkono jurusan Pendidikan Ekonomi.

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Sejak sekolah dasar, Atheea Tata Nadhira (20) telah menekuni dunia seni tari.

Awal mula Atheea belajar seni tari secara otodidak. Setelah mencoba untuk belajar, menurut Atheea, seni tari sangatlah menyenangkan.

"Saya terpincut seni tari karena suka aja gerak sambil diiringi alunan musik," katanya di Mojokerto, Selasa (6/11/2018).

Kemudian, dia berkeinginan untuk serius belajar dan memperdalam seni tari. Dia pun diarahkan oleh orangtuanya agar belajar langsung pada ahlinya.

"Ketika orangtua tahu saya memiliki bakat menari, mereka langsung mendukung. Saya akhirnya didaftarkan di sanggar tari di Kota Mojokerto," ungkapnya.

Dari situlah bakat menari Atheea terasah. Dia semakin lincah dan gerakan tarinya semakin indah.

Tak seberapa lama, dia pun memberanikan diri mencoba mengikuti ajang perlombaan seni tari.

"Perlombaan tari pertama yang saya ikuti tingkat daerah. Tak menyangka saya berhasil menyabet juara pertama," terangnya.

Meski begitu, wanita kelahiran Jakarta, 6 Desember 1997 ini tak berpuas diri.

Dia mencoba mengikuti ajang perlombaan seni tari lainnya. Bahkan, hingga perlombaan seni tari tingkat provinsi. Atheea rutin mengikuti perlombaan tari hingga SMA.

"Berkat ketekunan dan kerja keras, saya selalu berhasil menyabet gelar juara di setiap perlombaan. Sebelum lomba saya berlatih setiap hari supaya gerakan bisa sempurna. Saat ini saya sudah mengoleksi piala dan piagam kurang lebih sebanyak 17 buah," sebutnya.

Saat ini Theea disibukkan dengan pekerjaan dan jadwal perkuliahan.

Dia bekerja sebagai Humas dan Protokol di Pemerintah Kota Mojokerto dan kuliah di Universitas Mayjend Sungkono jurusan Pendidikan Ekonomi.

"Saat ini saya sudah jarang mengikuti lomba karena kesibukan. Namun saya memilih untuk mengajar seni tari. Saya memiliki 15 murid di antaranya ada yang dari Maroko," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved