Blitar

PDAM Kota Blitar Dapat Bantuan Perbaikan Pipa Air Rp 30 Miliar Dari Bank Dunia

Program bantuan itu untuk perbaikan infrastruktur PDAM. Mulai penggantian pipa, perbaikan tandon, dan perbaikan pompa air.

PDAM Kota Blitar Dapat Bantuan Perbaikan Pipa Air Rp 30 Miliar Dari Bank Dunia
suryamalang.com/Samsul Hadi
Salah satu bangunan tandon air PDAM Kota Blitar di Kelurahan Pakunden, Selasa (6/11/2018). Pompa air di tandon itu kondisinya sering macet. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - PDAM Kota Blitar mendapat program bantuan perbaikan infrastruktur dari Bank Dunia senilai Rp 30 miliar. Sesuai rencana, program bantuan dari Bank Dunia itu akan direalisasikan pada 2019.

"Untuk Jawa Timur hanya ada tiga daerah yang dapat program bantuan itu. Yakni, Kota Blitar, Ponorogo, dan Lamongan. Program bantuannya dilaksanakan tahun depan (2019)," kata Pjs Direktur PDAM Kota Blitar, Joni Sumarsono, Selasa (6/11/2018).

Joni mengatakan, program bantuan itu untuk perbaikan infrastruktur PDAM. Mulai penggantian pipa, perbaikan tandon, dan perbaikan pompa air. Menurutnya, usia jaringan pipa PDAM di Kota Blitar usianya sudah tua.

Akibatnya, sering terjadi penyumbatan pada pipa yang membuat aliran air PDAM ke pelanggan terganggu. Selain itu, kata Joni, program bantuan itu juga digunakan untuk menata jaringan PDAM menggunakan sistem zoning per wilayah.

"Usia pipa PDAM di Kota Blitar memang sudah tua, perlu ada peremajaan lagi. Termasuk perbaikan tandon dan pompa airnya agar tidak sering macet," ujarnya.

Dia berharap dengan adanya program bantuan itu pelayanan PDAM ke pelanggan lebih bagus. Pelanggan tidak lagi sering mengeluh air PDAM tidak mengalir. "Kualitas air untuk pelanggan juga lebih bagu lagi," katanya.

Dikatakannya, pada 2017 lalu, PDAM juga mendapat progam bantuan untuk perbaikan jaringan pipa yang nilainya Rp 6 miliar dari pemerintah pusat. Program bantuan itu untuk membangun sambungan pipa baru di beberapa titik.

Pembangunan sambungan pipa sudah selesai akhir 2017. Diameter sambungan pipa baru lebih lebar dibandingkan sambungan pipa lama. Diameter pipa baru delapan dim, sedangkan diameter pipa lama hanya enam dim.

Jenis pipanya juga berbeda dengan pipa lama. Jenis pipa baru ini PPC, sedangkan pipa lama jenis ACP atau pipa semen. "Jenis pipa ACP ini memang rawan mengerak. Kalau sudah lebih 10 tahun keraknya tebal," ujar Joni. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved