Sidoarjo

31 Purel Digelandang Petugas Gabungan Satpol PP, Perlu Evaluasi Izin Tempat Hiburan

Dari pendataan yang dilakukan petugas, para wanita itu diketahui kebanyakan berasal dari luar kota Sidoarjo.

31 Purel Digelandang Petugas Gabungan Satpol PP, Perlu Evaluasi Izin Tempat Hiburan
suryamalang.com/M Taufik
Puluhan pemandu lagu yang terjaring razia tim gabungan di Sidoarjo di data dan diberikan pembinaan dari MUI Sidoarjo. 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Purel atau pemandu lagu masih banyak beroperasi di tempat-tempat hiburan di Sidoarjo. Padahal, aturannya sudah jelas, semua tempat hiburan di Kota Delta dilarang menyediakan wanita pemandu lagu.

Bukti banyaknya purel di tempat-tempat dugem di Sidoarjo terungkap dalam razia yang digelar petugas gabungan Satpol PP dan Polresta Sidoarjo, Kamis (8/11/2018) malam.

Razia yang dipimpin oleh Kasie Ops Dal Satpol PP Sidoarjo, Willy Raditya ini menyasar sejumlah tempat hiburan. Hasilnya, ada 31 purel yang berhasil diamankan petugas.

Rinciannya, sebanyak 15 wanita pemandu lagu diamankan dari Cafe Yayang 3, dan sebanyak 16 pemandu lagu diamankan dari Cafe K-Bro. Semua langsung digelandang menuju Kantor Satpol PP Sidoarjo.

Dari pendataan yang dilakukan petugas, para wanita itu diketahui kebanyakan berasal dari luar kota Sidoarjo. "Mereka semua dibawa ke kantor dan langsung didata," kata Willy Raditya.

Setelah pendataan, mereka terlebih dulu diajak mendengarkan tausiyah dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo Kecamatan Kota Ustad Achmadi yang didatangkan oleh petugas.

Menurut Kasatpol PP Sidoarjo Widiyantoro Basuki, pihaknya sengaja menggandeng ulama untuk menggugah kesadaran para perempuan pemandu lagu tersebut.

"Intinya dijelaskan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan itu melanggar aturan. Kemudian diajak untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya tersebut," kata Wiwid, panggilan Widiyantoro Basuki.

Mereka yang terkena razia itu memang hanya dikenai tipiring (tindak pidana ringan). Tapi Satpol PP juga menyiapkan sanksi tegas jika mereka ketahuan mengulangi lagi perbuatannya.

Jika tidak kapok, kembali bekerja dan terkena razia lagi, para wanita itu akan dikirim ke Liponsos. Dan selanjutnya dipulangkan ke daerah asalnya.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved