Surabaya
Update Insiden Tertabrak Kereta Api Surabaya Membara, 1 Korban Tewas Remaja Belum Teridentifikasi
Tim INAFIS Polrestabes Surabaya masih berupaya mencari tahu identitas korban remaja laki-laki itu.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Satu korban tewas dalam insiden maut di viaduk kereta api saat acara Surabaya Membara belum teridentifikasi.
Satu korban tewas yang belum bisa dikenali itu adalah sosok seorang remaja laki-laki.
Pihak keluarga korban insiden maut di viaduk Jl Pahlawan masih bertahan di kamar jenazah RSUD Soetomo Surabaya, Jumat (9/11/2018).
Mereka menunggu kepastian dari pihak Kepolisian Polrestabes Surabaya terkait hasil identifikasi korban meninggal.
Baca: Kronologi Insiden Surabaya Membara yang Tewaskan 3 Orang dan Lukai 8 Orang Versi Polisi
Baca: Terkait Tewasnya 3 Penonton Surabaya Membara, PT KAI : KA Sudah Kurangi Kecepatan Sampai 15 KM/Jam
Baca: Sebelum Insiden, Panitia Surabaya Membara Sudah Beri Imbauan ke Penonton yang Ada di Atas Jembatan
Dua jenazah korban insiden maut di viaduk yakni remaja putra dan putri yang masih berusia belasan tahun
telah dipindahkan ke kamar mayat RSUD dr Soetomo Surabaya.
Satu korban remaja putri berhasil diindentifikasi oleh keluarganya.
Korban bernama Erikawati (9) pelajar kelas III SD warga Jl Kalimas Barat Surabaya.
Sedangkan, remaja laki-laki belum diketahui namanya lantaran pihak Kepolisian tidak menemukan identitas apapun pada diri korban.
Tim INAFIS Polrestabes Surabaya masih berupaya mencari tahu identitas korban remaja laki-laki itu.
Pihaknya sempat kesulitan mengidentifikasi korban memakai alat identifikasi berupa Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS).
Pasalnya, korban berusia dibawah umur belum terekam E-KTP.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan pihaknya bersama Tim Identifikasi dan INAFIS untuk mendata dan mengambil sidik jari korban yang meninggal.
"Pemeriksaan masih sebatas interview terhadap korban sudah ditangani Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya mengenai kecelakaan Kereta Api," ucapnya.
Rudi menjelaskan ada tujuh orang yang masih dirawat di rumah sakit RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya.
Kondisi korban menderita luka patah lengan tangan dan kaki.
"Ini menjadi keprihatinan kita semua mengenai laka kereta api ini. Supaya masyarakat lebih memahami lajur ini (Viaduk) hanya perlintasan kereta api," pungkasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/insiden-maut-surabaya-membara.jpg)