Dianggap Tidak Normal Hingga Dibawa ke Dokter Jiwa, Begini Cerita Perempuan Jenius Asal Surabaya

Dianggap Tidak Normal Hingga Dibawa ke Dokter Jiwa, Begini Cerita Perempuan Jenius Asal Surabaya

Dianggap Tidak Normal Hingga Dibawa ke Dokter Jiwa, Begini Cerita Perempuan Jenius Asal Surabaya
Facebook Rudy Kurniawan
Audrey Yu Jia Hui, perempuan jenius asal Surabaya 

Dan ketika usianya 14 tahun, skor TOEFL-nya naik menjadi 670.

Kejeniusan Audrey membuatnya dikucilkan oleh orang-orang di sekelilingnya.

Baca: Robert Rene Albert Kagum dengan Atraksi Bonek di Stadion GBT saat PSM Dijamu Persebaya

Baca: Cetak Gol ke Gawang PSM, Fandry Imbiri Bek Persebaya Persembahkan untuk Korban Surabaya Membara

Baca: Ashanty Trauma! Takut Tiba-tiba Meninggal Dunia Sampai Menangis Tanpa Sebab, Anang: Lu gila ya!

Banyak yang mengira bahwa Audrey aneh, dan tidak seperti orang normal lain.

Hal itu yang membuat orangtuanya mengajak Audrey ke dokter jiwa.

Tidak hanya satu, dirasa tidak berubah, Audrey kembali dibawa ke dokter jiwa lainnya.

Sempat Audrey juga diberi obat oleh para dokter.

Hal itu membuatnya merasa tidak ada yang mengerti dirinya sekali pun dokter jiwa.

Baca: Via Vallen Ditegur Jerinx SID Gara-gara Tak Izin Meng-cover Lagu Mereka: Paham Gak yang Ia Nyanyikan

Baca: Sisi Tak Terlupakan dalam Peringatan Hari Pahlawan, Perintis Kemerdekaan Merasa Telah Diperhatikan

Meskipun nampak banyak yang mengucilkan, ternyata mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, menuangkan kekagumannya terhadap Audrey dalam sebuah tulisan.

"Umur Audrey baru 4 tahun, tapi pertanyaannya setinggi filsuf," tulis akun Rudy Kurniawan yang mengutip penjelasan Dahlan Iskan.

Ketika akan mendaftarkan ke jenjang perkuliahaan, Audrey kembali mendapatkan kesulitan.

Baca: Annisa Bahar & Juwita Kembali Harmonis meski Sang Anak Tak Lagi Gunakan Nama Belakang Ibu

Baca: Risma Bersikukuh Gelar Teatrikal Parade Surabaya Juang di Atas Viaduk

Baca: Hari Pahlawan, Plt Bupati Malang, Sanusi Sebut Negeri Ini Butuh Pahlawan Baru

Halaman
123
Penulis: Fakhri Hadi Pridianto
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved