Tulungagung

Pembunuhan Suami Istri Di Tulungagung, Ada Pejera Senapan Angin Tertinggal Di Kepala Korban

Ada temuan baru dari hasil otopsi terhadap jenazah Suprihatin. Di dalam tengkorak kepala belakang korban, ada sebuah pejera senapan angin.

Pembunuhan Suami Istri Di Tulungagung, Ada Pejera Senapan Angin Tertinggal Di Kepala Korban
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Polisi olah TKP tambahan di rumah Didik di Dusun Ngingas, Campurdarat, Tulungagung, Jumat (9/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Satreskrim Polres Tulungagung masih menyelidiki pembunuhan pasangan suami istri, Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat. Sejauh ini belum ada pelaku yang ditangkap.

Informasi yang didapat suryamalang.com, ada temuan baru dari hasil otopsi terhadap jenazah Suprihatin. Di dalam tengkorak kepala belakang korban, ada sebuah pejera senapan angin.

Pejera adalah alat yang dipasang pada ujung senapan, untuk menepatkan arah sasaran pada waktu membidik. Di kalangan penggemar senapan angin, pejera sering disebut visir atau pisir senapan.

Potongan besi pejera ini tertinggal di dalam batok kepala. Dengan temuan ini, diduga Suprihatin dibunuh dengan cara ditusuk ujung senapan angin di bagian belakang kepala.

Saat ujung senapan itu ditarik keluar, pejera senapan lepas dan tertinggal. Selain itu ditemukan juga peluru senapan angin yang tertinggal di lokasi kejadian. 

Saat dikonfirmasi temuan ini, Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo tidak membantah. Namun Mustijat enggan dimintai penjelasan lebih jauh. Pasangan Didik dan Suprihatin ditemukan tewas membusuk pada Kamis (8/11/2018) selepas magrib.

Diduga keduanya meninggal tiga hasi sebelumnya, karena tubuhnya mulai membusuk. Hasil penyelidikan polisi memastikan, keduanya tewas karena dibunuh. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved