Persebaya Surabaya

Lutfi Indriawati Kecanduan Dukung Persebaya, Momen Tak Terlupakan saat Away di Bandung

Lutfi Indriawati adalah Bonita yang tergolong memiliki nyali sangat besar. Sebab, dalam mendukung tim kebanggannya, dia tidak pernah setengah-setengah

Penulis: Khairul Amin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Syaiful
Lutfi Indriawati, Bonita Persebaya Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Lutfi Indriawati adalah Bonita yang tergolong memiliki nyali sangat besar. Sebab, dalam mendukung tim kebanggannya, dia tidak pernah setengah-setengah.

Bahkan, dara 18 tahun itu rela tidur di Alun-Alun Bandung hanya untuk memberikan dukungan langsung pada Persebaya Surabaya.

Itu terjadi pada partai final Liga 2 2017 kala Persebaya hadapi PSMS Medan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Selasa (28/11/2017). Laga itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persebaya.

Meski harus bermalam di Alun-Alun Bandung, diakui Bonita yang akrab disapa Indri tersebut, itu merupakan momen mengharukan.

Sebab, setelah kurang lebih lima tahun Persebaya Surabaya dibekukan dan kembali melakoni kompetisi Liga 2, dengan meraih juara, akan kembali berlaga di kompetisi liga tertinggi tanah air, yaitu Liga 1.

“Waktu itu saya posisi magang, saya libur tiga hari memboloskan diri demi Persebaya. Kurang lebih empat hari saya di Bandung, banyak pengalaman di sana, mulai tidur di alun-alun dan kumpul sama bobotoh di sana,” terang Indri pada SURYAMALANG.COM, Senin (12/11/2018).

Tidak hanya menonton partai final Liga 2 2017. Dara yang saat ini juga menjadi salah satu siswi di SMKN 4 Surabaya itu juga menceritakan bahwa, setelah sejak SMP memilih menjadi Bonita, ia setia mengawal Persebaya dalam masa-masa keluar dari pembekuan.

“Sudah sekitar 3 tahun (menjadi Bonita, red). Setelah dibekukan lima tahun, terus kita berjuang, sampai kita turun di jalan, pengadilan, hingga akhirnya dibangkitkan lagi,” terang Indri.

Tentang kecintaannya pada Persebaya, dara kelahiran 3 Juni 2000 itu menerangkan awalnya dikenalkan sama orangtua, kemudian juga temen-teman sekitar rumahnya. Kebetulan Indri tumbah besar di lingkungan yang sangat mencintai Persebaya.

“Pertama menjadi Bonita karena dikenalin sama Ayah juga temen. Diajak nribun, kebetulan di kampung saya antusias terhadap Persebaya luar biasa. Saya coba nribun, ternyata kecanduan sampai sekarang,” jelas Indri dengan nada pelan sambil tersenyum.

Indri pertama kali merasakan atmosfer tribun waktu kelas 3 SMP. Awalnya dia merasa was-was karena memang kala itu Bonek Mania masih masa peralihan dari negatif ke positif. Tapi setelah melihat perubahan Bonek Mania saat ini, Indri tidak merasa takut lagi untuk nribun.

“Pertama, perasaan was-was dan takut ada. Tapi seiring berjalannya waktu, tidak ada. Selain karena Bonek sudah berubah, di stadion kita benar-bener dijaga. Anggapan orang lain tentang Bonek negatif, itu sudah hilang, coba nribun pasti nanti ketagihan,” jelasnya dara yang tinggal di Dupak Bandarejo penuh semangat.

Sementara, di luar aktivitas utama menimba ilmu di SMKN 4 Surabaya, Indri selalu menyempatkan diri memberi dukungan langsung Persebaya ke stadion. Meskipun itu Persebaya bermain di jam efektif (Senin-Jumat).

“Biasanya saya tetep nonton. Pulang sekolah pukul 14.30 Wib saya langsung lari-larian ke parkiran, buru-buru ke rumah, kebetulan saya sering sama 9 orang Bonita lain temen saya, jadi kita bareng-bareng, berangkat ke stadion,” tambah Indri.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved