Breaking News:

Malang Raya

Wali Kota Malang Sutiaji Anjurkan Para Pejabat Belanja di Pasar Rakyat

Wali Kota Kota Malang Sutiaji mengimbau agar para aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Pemkot Malang rajin belanja ke Pasar Rakyat

Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau bazar pasar rakyat setelah meresmikan e-retribusi di Pasar Besar, Selasa (13/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Wali Kota Kota Malang Sutiaji mengimbau agar para aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Pemkot Malang rajin belanja ke Pasar Rakyat. Imbauan itu ia sampaikan saat meresmikan e retribusi di Pasar Besar, Selasa (13/11/2018).

Imbauan ke pasar rakyat itu sebagai upaya meramaikan Pasar Rakyat. ASN khususnya diimbau ke Pasar Rakyat pada Sabtu dan Minggu. Pasalnya, Senin hingga Jumat belum memungkinkan karena masuk kerja.

“ASN paling tidak ada 7000 ini membiasakan belanja ke pasar rakyat terdekat. Kita akan keliling Sabtu atau Minggu karena kalau hari efektif tidak boleh,” ujar Sutiaji.

Sutiaji akan melakukan koordinasi kepada OPD yang berada di Pemkot Malang untuk merealisasikan anjuran itu. Sutiaji belum memikirkan agar anjuran itu dijadikan perwali.

“Kembali ke OPD masing-masing  dulu. Kalau dibuatkan perwali nanti ada punishment. Kita anjuran dulu, lalu kita lihat format yang lebih bagus,” paparnya.

Menurut Sutiaji, pasar rakyat memiliki peran sentral yang menggerakan perekonomian kerakyatan. Untuk mendukung keberadaan Pasar Rakyat, Pemkot Malang telah membuat regulasi agar keberadaan pasar modern tidak bercampur dengan Pasar Rakyat.

“Di Perda ada pembatasan ritel modern. 500 meter dari radius pasar rakyat tidak boleh. Artinya pembatasan itu kita tangkap,” kata Sutiaji.

Sekalipun istilahnya pasar rakyat, Sutiaji meminta agar pengelolaan manajemen di pasar rakyat nantinya dilakukan secara modern. E retribusi merupakan salah satu pengelolaan manajemen yang modern.

“Kita harus melakukan manajemen modern sehingga masyarakat pergi ke pasar terlayani dengan baik,” katanya.

Dengan adanya e retribusi, mendorong banyak orang menggunakan jasa keuangan. Kata Sutiaji, inklusi keuangan di Kota Malang masih berada di angkat 57 sampai 60 persen. Dengan adanya e retibusi itu, akan meingkatkan inklusi dan literasi keungan.

“Nanti pelan-pelan akan ditambah. Kesadaran orang menambung juga cukup tinggi dengan adanya e retirbusi,” paparnya. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved