Situbondo

Rata-rata Angka Perceraian di Situbondo Mencapai 2.000 Kasus Per Tahun

Jumlah pasangan suami istri (pasutri) yang mangajukan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Situbondo selama tahun ini mencapai 2.036 kasus.

Rata-rata Angka Perceraian di Situbondo Mencapai 2.000 Kasus Per Tahun
getty images via Kompas.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SITUBONDO - Angka perceraian di Situbondo masih cukup tinggi.

Jumlah pasangan suami istri (pasutri) yang mangajukan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Situbondo selama tahun ini mencapai 2.036 kasus.

Sedangkan pada tahun 2017, angka perceraian di PA Situbondo mencapai 2.519 kasus.

( Baca juga : Hanya Butuh 5 Detik, Komplotan Curanmor Asal Jember Ini Biasa Mencuri Motor di Surabaya )

Panitera Myda Gugatan PA Situbondo, Ahmad Dardiri mengatakan perceraian didominasi dari pengajuan pihak perempuan atau istri.

Dari total angka perceraian itu, sekitar 75 sampai 80 persen diajukan oleh pihak perempuan.

Perselisihan terus-menerus menjadi penyebab paling mendominais perceraian, yaitu mencapai 1.129 kasus.

( Baca juga : Akibat Jalin Hubungan Terlarang, Janda Ini Buang Bayinya di Pinggir Rumah Warga di Kediri )

Sedangkan penyebab kedua adalah faktor ekonomi sebanyak sebanyak 210 kasus.

“Dibandingkan tahun lalu, ada peningkatan sekitar 3 persen,” kata Dardiri kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (14/11/2018).

Tingginya angka perceraian juga disebabhkan pengaruh teknologi, dan pengaruh pihak ketiga.

( Baca juga : 2 Pria Ini Ngaku Sudah Edarkan Jutaan Uang Palsu di Surabaya dan Sidoarjo )

Dardiri mengungkapkan pihaknya selalu melakukan mediasi sebelum menggelar sidang perceraian.

Namun, upaya mediasi itu tidak berpengaruh banyak pada pasangan yang ingin cerai.

Mayoritas pasangan tetap mengajukan gugatan perceraian.

( Baca juga : Pria Asal Malang Terlibat Peredaran Narkoba Jaringan Mojokerto )

“Kami belum ada kerja sama dengan Pemkab untuk menekan tingginya angka perceraian itu,” imbuhnya.

Penulis: Izi Hartono
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved