Malang Raya
Awas Informasi Hoax, Jangan Asal Sebar Informasi
AJI Indonesia dan Internews dan Google News Initiative menggelar pelatihan cara mengidentifikasi informasi hoax di Universitas Brawijaya.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Internews dan Google News Initiative menggelar pelatihan cara mengidentifikasi informasi hoax di Gedung B FISIP Universitas Brawijaya (UB), Jumat (16/11/2018).
Puluhan mahasiswa, pegiat media sosial, warganet, aktivis di Malang Raya ikut dalam pelatihan ini.
Ketua Program Doktoral Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB, Bambang D Prasetyo menjelaskan hoax tersebar di media sosial setiap hari.
( Baca juga : Rangkuman Kejadian Jatim Kemarin, Ada 3 Kasus Pembuangan Bayi, dan Kecelakaan 5 Kendaraan )
Kini warganet harus cerdas memilih media, dan memilah informasi.
Jika tahu informasi hoax, warganet harus menghentikan informasi itu, dan tidak ikut menyebarkan.
“Jangan sebarkan informasi hoax,” ujar Bambang kepada SURYAMALANG.COM.
( Baca juga : Penangkapan Tersangka Pembunuhan Pasutri di Tulungagung Menegangkan, Sampai Terdengar Suara Tembakan )
Pelatihan ini dipandu dua trainer tersertifikasi Google, yaitu akademikus Lilik Dwi Mardjianto, dan jurnalis Inggried Dwi Wedhaswary.
Inggried menyebutkan hoax berseliweran karena tingkat literasi rendah.
Indonesia menempati urutan 60 dari 61 negara yang masyarakatnya gemar membaca.
( Baca juga : Kebakaran Lahan Kosong di Gresik Picu Kemacetan Lalu Lintas, dan Kepanikan Warga )
Sedangkan pengguna media sosial di Indonesia menempati urutan kelima dunia.
“Kemampuan mengolah informasi rendah sehingga mudah menyebarkan hoax,” kata Inggried.
Sementara itu, Lilik Dwi Mardjianto menjelaskan internet merupakan belantara.
( Baca juga : Perincian UMK 2019 di 38 Kabupaten/Kota se-Jatim, Tertinggi Rp 3,8 Juta, Terendah Rp 1,7 Juta )
Jika tidak memahami literasi digital, seseorang akan tersesat di belantara yang tidak punya kompas.
“Kita tidak tahu arah sehingga bisa ikut terlibat menyebarkan hoax,” kata Lilik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pelatihan-menangkal-informasi-hoax-di-universitas-brawijayaub.jpg)