Cara Atasi Kekurangan Tenaga Guru, Dindik Surabaya Merger 18 Sekolah Jadi 9 SD, Kaseknya Jadi Guru

Terhadap masalah ini Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya melakukan terobosan dengan merger sejumlah sekolah dasar.

Cara Atasi Kekurangan Tenaga Guru, Dindik Surabaya Merger 18 Sekolah Jadi 9 SD, Kaseknya Jadi Guru
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
foto ilustrasi: Proses pembelajaran di sekolah dasar. 

Alasan merger terkadang dikatakan Iksan memang bukan semata soal tenaga guru. Namun bisa juga alasan dan pertimbangan yang lain.

Kebanyakan, sekolah yang sudah selesai dimerger dibangunkan geding vertikal tiga lantai. Agar lahannya luas untuk sarana olahraga.

"Karena sekolah yang kita merger itu banyak yang mulanya empat sekolah atau tiga sekolah di satu kawasan. Tempatnya mepet-mepet sehingga tak punya lapangan, makanya lebih efektif untuk digabungkan saja," katanya.

Di sisi lain Kepala Bidang Pembangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang, Iman Krestian, mengatakan, di tahun 2018 ini ada pagu pembangunan 214 gedung. Di antaranya adalah gedung sekolah.

"Untuk SD kita lelang ada di 40 sekolah.  Peruntukannya sama,  untuk menambah kelas dan rehabilitasi," tambahnya. 

Anggaran pembangunan sekolah di 2018 ini disampaikan Iman mencapai Rp 260 miliar.  Ia optimis semua akan terserap dan akan selesai pembangunan fisiknya sampai akhir tahun.
 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved