Banyuwangi

Filosofi Persatuan Dan Kekuatan Dalam Tema Gedegan Di Banyuwangi Batik Festival

Gedegan merupakan simbol kekuatan dan persatuan. Persatuan karena bertemunya rajutan vertikal dan horizontal maka jadilah Gedegan

Filosofi Persatuan Dan Kekuatan Dalam Tema Gedegan Di Banyuwangi Batik Festival
suryamalang.com/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, bersama para desainer yang akan tampil di BBF. BBF tahun ini juga menghadirkan Melly Goeslaw. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Gedegan merupakan anyaman bambu yang biasa dipakai warga desa sebagai dinding rumah. Gedegan memiliki filosofi persatuan dan itu yang diangkat dalam tema Batik Festival (BBF) 2018, yang digelar, di Gesibu Banyuwangi, Sabtu (17/11) malam.

"Tiap tahun BBF mengangkat tema yang berbeda-beda. Tahun mengangkat tema gedegan," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Gedegan merupakan salah satu motif asli batik Banyuwangi. Menurut Anas, gedegan berkaitan dengan filosofi persatuan karena bertemunya anyaman vertikal dan horisontal.

"Gedegan merupakan simbol kekuatan dan persatuan. Persatuan karena bertemunya rajutan vertikal dan horizontal. Maka jadilah Gedegan," kata Anas.

Dari filosofi ini memberikan arti, ikatan antara vertikal (Tuhan dan manusia), dan horizontal (sesama manusia) harus diperhatikan. Selain itu, bambu juga simbol kekuatan karena merupakan tanaman yang kuat. Bambu memiliki akar yang sangat kuat.

"Akar bambu itu sangat kuat. Karena itu, di sekitar sungai ditanami pohon bambu agar tanah di sekitarnya menjadi kuat," jelas Anas.

Filosofi itulah yang ingin diangkat Banyuwangi di BBF tahun ini. Kuat secara ekonomi namu tetap dalam nuansa persatuan.  Anas mengatakan, sejak enam kali perhelatan BBF, memberikan dampak yang luar biasa bagi industri batik Banyuwangi. Para pembatik Banyuwangi terus bangkit dan memiliki peningkatan ekonomi yang berlipat.

"Saya pernah mengunjungi industri batik di Banyuwangi. Kini mereka memiliki omset hingga ratusan juta rupiah," tambah Anas.

Anas mengatakan, dengan rutin digelar BBF para desainer lokal kian percaya diri karena mendapat kesempatan berkolaborasi dengan desainer nasional.

Di tiap penyelenggaranya, BBF selalu mengolaborasikan antara desainer lokal dan nasional bahkan internasional.
Tahun ini para desiner kondang seperti, Ali Charisma, Priscilla Saputro, Dewa Gita, dan Nely Gunawan, desainer busana batik asal Italia, Milo Miliavicca, berkolaborasi dengan desainer lokal Banyuwangi.

Ali Charisma, Presiden Indonesia Fashion Chamber (IFC), mengatakan, BBF telah mengangkat kreatifitas desainer lokal.  "Saya tiga tahun ini ke Banyuwangi terlibat di BBF. Saya melihat perkembangan pesat di batik Banyuwangi," kata Ali.

Ali mengatakan desainer lokal Banyuwangi telah mampu menempatkan standar nasional pada desain-desain batik mereka.  Desiner nasional lainnya, Pricilia mengatakan, perkembangan industri batik Banyuwangi saat ini sangat luar biasa.

"Saat menjadi juri di Fashion On Pedestrian banyuwangi, saya sempat bingung karena desainnya bagus-bagus. Banyuwangi telah berkembang sangat pesat," kata Pricilia.

BBF 2018 tahun ini dimeriahkan dengan penampilan spesial penyanyi Melly Goeslawn yang akan tampil dengan menggunakan busana batik Banyuwangi

Penulis: Haorrahman
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved