Tulungagung

Update Pembunuhan Pasutri di Tulungagung, Petugas Ungkap Jumlah Luka Bacok di Tubuh Korban

Petugas telah selesai melakukan autopsi jenazah pasutri yang menjadi korban pembunuhan tetangganya di Tulungagung.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Mayat Mbah Barno yang menjadi korban pembunuhan di Desa Bangoan, Kedungwaru, Tulungagung, Jumat (16/11/2018) sore. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG – Penyidik Satreskrim Polres Tulungagung bersama dokter Forensik dari RS Bhayangkara Kediri telah selesai melakukan autopsi jenazah pasangan suami istri (pasutri), Barno (70) dan Sumini (65) alias Cimpleng.

Dua warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungaung ini menjadi korban pembunuhan oleh tetangganya yang bernama Matal (52).

Dokter forensik, dr Tutik Purwati, Sp.F mengatakan ada 24 luka bacok di tubuh Barno.

Sedangkan di tubuh Sumini ada 16 luka bacok.

“Dua korban itu terlalu banyak menyeluarkan darah sehingga menyebabkan kematian,” tutur Tutik kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (17/11/2018).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo mengatakan Matal mengaku marah kepada dua korban itu.

Sebab, ada sesuatu yang seharusnya dia terima namun justru diterima oleh dua korban.

“Tapi belum jelas barang apa yang seharusnya dia terima itu.”

“Dia tidak bisa menerangkan,” ungkap Mustijat.

Kepada petugas yang memeriksanya, Matal mengaku bermaksud menagih sesuatu yang dianggap menjadi haknya itu.

“Dia mengaku menagih, tapi dengan membawa senjata tajam itu,” tambah Mustijat.

Petugas akan minta bantuan psikiater untuk memeriksa kejiwaan Matal.

Sebelumnya, Matal mendatangi Sumini di rumahnya pada Jumat (16/11/2018) sekitar pukul 14.30 WIB.

Tanpa bicara, Matal menyerang Sumini menggunakan parang.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved