Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya : Peringatan Maulid Nabi Bentuk Ekspresi Cinta Seorang Muslim
Maulid Nabi atau hari lahir Nabi Muhammad SAW jatuh pada 12 Rabiul Awal (kalender Islam) atau bertepatan pada Selasa (20/11/2018).
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Maulid Nabi atau hari lahir Nabi Muhammad SAW jatuh pada 12 Rabiul Awal (kalender Islam) atau bertepatan pada Selasa (20/11/2018).
Biasanya umat Islam Nusantara memperingati momen ini dengan membaca berbagai macam selawat untuk Nabi Muhammad SAW.
Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Wasid Mansyur menyampaikan mengatakan peringatan Maulid Nabi adalah bentuk ungkapan cinta seorang muslim kepada Nabi Muhammad.
Dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 56, Allah SWT berfirman :
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Innallaha wa malaaikatahuu yusholluuna 'alan-nabiyy, yaa ayyuhallaziina aamanuu sholluu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa.”
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi, dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Wasid mengatakan :
“Peringatan Maulid Nabi adalah espresi cinta seorang muslim kepada nabinya, dan sebagai bentuk kebahagiaan atas lahirnya sang nabi.”
“Di antara bentuk cinta itu adalah memperbanyak membaca selawat kepada Beliau. Misalnya, Selawat Barzanji dan selawat lain,” kata Wasid kepada SURYAMALANG.COM, Senin (19/11/2018).
Wasid menyampaikan biasanya Selawat Barzanji dibaca saat malam 12 Rabiul Awal.
Selawat ini bisa dibaca secara berjemaah atau sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/maulid-nabi-muhammad-saw.jpg)