Persebaya Surabaya

Inilah Resep Andalan Persebaya saat Mempermalukan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta

Pelatih asal Majalengka itu menyebut sudah memprediksi Serdadu Tridatu akan coba menguasai bola dan build up serangan dari tengah.

Inilah Resep Andalan Persebaya saat Mempermalukan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta
SURYAMALANG.COM/Habibur Rohman
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Persebaya Surabaya sukses menang telak dengan skor 5-2 atas tuan rumah Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (18/11/2018).

Usai laga pekan ke-31 itu, Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman mengaku sudah mengantongi cara bermain tuan rumah Bali United sebelum kick off.

Pelatih asal Majalengka itu menyebut sudah memprediksi Serdadu Tridatu akan coba menguasai bola dan build up serangan dari tengah.

“Sebetulnya mereka tidak buruk dan cukup bagus dengan usaha ball possesion. Tapi saat mereka alirkan bola ke depan, kita sudah tahu akan mainkan bola di tengah dan pemain kita sudah siap,” jelas Djadjang.

Baca: Pujian Setinggi Langit Diberikan Widodo C Putro kepada Striker Persebaya David Da Silva

Baca: Awalnya Pelatih Persebaya Sebut David Da Silva Agak Pemalas, Tapi Kini Jadi Top Skor Sementara

Baca: Bali United Vs Persebaya 2-5, Widodo C Putro Menganggap Irfan Bachdim Berbohong

Transisi dari bertahan ke menyerang pemain Persebaya juga terbilang disiplin, cepat dan merepotkan tuan rumah.

Berkali-kali tampak striker David da Silva dan Osvaldo Haay ikut turun ke tengah membantu trio gelandang Rendi Irwan, Fandi Eko dan Misbakus Solikin.

Alhasil gelandang Bali United yang dihuni Fadil Sausu, Irfan Bachdim dan van der Velden tidak bisa berbuat banyak untuk alirkan bola ke depan.

“Kita coba imbangi di tengah dan lakukan serangan balik memanfaatkan kecepatan pemain depan kita, dan buat umpan ke depan,” ungkap mantan pelatih Persib itu.

Namun sehari sebelum kick off, pelatih yang akrab dipanggil Djanur sudah memprediksi Widodo C Putro akan menggunakan taktik itu.

Hal itu dipelajarinya dari hubungan dekatnya dengan Widodo selama mengikuti kursus kepelatihan lisensi AFC Pro setahun terakhir ini.

“Dalam aplikasi di lapangan, WCP mengutamakan possesion juga, timnya enak dilihat dan saya pikir cukup bagus,” jelas Djanur.

Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved