Kediri

Polisi Kediri Sita 32.490 Butir Pil Koplo, Kemungkinan Produksi Level Home Industry

PENGEDAR PIL KOPLO DI #KEDIRI: Priyo Wicaksono (23) dari Desa Kambingan, Pagu serta Totok Sutikno (24) dari Desa Nangungan, Kayen Kidul.

Polisi Kediri Sita 32.490 Butir Pil Koplo, Kemungkinan Produksi Level Home Industry
didik mashudi
PENGEDAR PIL KOPLO DI KEDIRI - AR (17) warga Desa Jagung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Dua tersangka lainnya Priyo Wicaksono (23) alias Bobi, tukang kayu dari Desa Kambingan, Kecamatan Pagu serta Totok Sutikno (24) warga Desa Nangungan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Komplotan pengedar pil dobel L di Kabupaten Kediri kembali diringkus Satresnarkoba Polres Kediri.

Petugas mengamankan tiga tersangka dengan barang bukti pil dobel L sebanyak 32.490 butir, Senin (19/11/2018).

Tiga tersangka yang diringkus masing-masing, AR (17) warga Desa Jagung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Tersangka yang masih dibawah umur tidak dilakukan penahanan, namun perkaranya dilanjutkan.

Dua tersangka lainnya Priyo Wicaksono (23) alias Bobi tukang kayu warga Desa Kambingan, Kecamatan Pagu serta Totok Sutikno (24) warga Desa Nangungan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.

Kasus ini bermula dari ungkap pengedar pil dobel L dari tersangka AR. Petugas mengamankan barang bukti 500 butir pil dobel L yang disimpang kaleng bungkus rokok.

Dari hasil pengembangan petugas mengamankan Priyo Wicaksono mengamankan barang bukti 990 butir pil dobel L yang disimpan dalam tas kresek warna hitam.

Kemudian petugas mengembangkan lagi kepada pemasoknya Totok Sutikno mengamankan barang bukti 31.000 butir pil dobel L.

Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal menjelaskan, petugas terus mengembangkan bandar besarnya. Sedangkan produsen pil dobel L diduga buatan home industry.

"Pengalaman kami mengamankan pil dobel L di Polrestabes Surabaya buatan home industri. Karena ada mesin pencetaknya," jelasnya.

Diakui Kapolres Kediri, wilayah Kabupaten Kediri merupakan pangsa pasar peredaran pil dobel L. Namun untuk pembuatnya sejauh ini masih belum ditemukan.

"Tim kami terus mendeteksi peredarannya," tambahnya.

Adapun 32.490 butir pil dobel L dikemas dengan bungkusan plastik sebanyak 31 bungkus. Dari ketiga pelaku juga diamankan barang bukti HP yang dipakai transaksi.

Ketiga tersangka bakal dijerat pasal 197 subs pasal 196 UU No 36/2009 tentang Kesehatan. Tersangka tidak memiliki keahlian dan kewenangan menyimpan dan mengedarkan sediaan farmasi pil jenis II yang tidak memenuhi standar dan prasyarat keamanan.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved