Blitar

Dinkes Kota Blitar Himbau Warga Hati-hati Beli Kosmetik Lewat Online, Waspada Barang Palsu

Masyarakat harus lebih teliti saat membeli kosmetik apalagi yang lewat online. Sekarang lagi marak kosmetik palsu

Dinkes Kota Blitar Himbau Warga Hati-hati Beli Kosmetik Lewat Online, Waspada Barang Palsu
suryamalang.com/Samsul Hadi
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Blitar, dr Dharma Setiawan. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar meminta masyarakat khususnya kaum perempuan berhati-hati saat membeli kosmetik secara online. Sebab, saat ini sedang marak beredar kosmetik palsu yang dijual secara online.

"Masyarakat harus lebih teliti saat membeli kosmetik apalagi yang lewat online. Sekarang lagi marak kosmetik palsu," kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Blitar, dr Dharma Setiawan, Selasa (20/11/2018).

Dia mengatakan, sebelum membeli kosmetik secara online, masyarakat harus mengecek nomor register BPOM di kosmetik itu. Pengecekan nomor register BPOM pada kosmetik bisa melalui aplikasi milik BPOM. Kalau nomor register kosmetik itu tercatat di BPOM berarti produk itu aman untuk dipakai.

"Sekarang ada aplikasi BPOM. Masyarakat bisa mengecek produk itu tercatat di BPOM atau belum lewat aplikasi itu. Kalau tidak bisa mengakses, masyarakat bisa mengadu ke Dinkes, nanti kami yang memverifikasi nomor register produk itu," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga harus melihat jalur distribusi kosmetik yang dijual secara online. Kalau jalur distribusinya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, masyarakat bisa membeli produk kosmetik secara online. Kalau jalur distribusinya masih meragukan lebih baik masyarakat batal membeli produk kosmetik secara online.

"Untuk penjualan kosmetik secara online, kami sulit memantaunya. Makanya, kami meminta masyarakat lebih waspada kalau ingin membeli kosmetik secara online," katanya.

Dikatakannya, Dinkes juga memantau peredaran kosmetik yang dijual di toko-toko. Dinkes sudah terjun ke lapangan untuk mengecek langsung produk kosmetik yang dijual di toko. Hasil pengecekan, Dinkes tidak menemukan peredaran kosmetik palsu di sejumlah toko yang didatangi.

"Ada lima toko kosmetik yang sudah kami datangi. Kami tidak menemukan peredaran kosmetik palsu di sejumlah toko itu," ujarnya.

Dinkes hanya menemukan beberapa produk kosmetik yang kemasannya rusak. Dinkes meminta pemilik toko agar mengembalikan produk kosmetik yang kemasannya rusak ke distributor. Sebab, baik Dinkes maupun pemilik toko tidak tahu apakah produk kosmetik yang kemasannya rusak itu masih aman dipakai atau tidak.

"Kosmetik yang kemasannya rusak jangan dijual ke masyarakat dulu. Kami minta ke pemilik toko untuk mengembalikan produknya ke distributor," kata dr Dharma. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved