Blitar

Gelar Pameran Lukisan Untuk Menggairahkan Kembali Dunia Seni Rupa Di Kota Blitar

Karya lukis yang dipamerkan rata-rata bertemakan sosial yang terjadi sehari-hari di masyarakat Kota Blitar

Gelar Pameran Lukisan Untuk Menggairahkan Kembali Dunia Seni Rupa Di Kota Blitar
suryamalang.com/Samsul Hadi
Pengunjung melihat-melihat lukisan karya sejumlah perupa Kota Blitar yang dipamerkan di lobi Gedung Kesenian, Jl Kenari, Kota Blitar, Minggu (20/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sejumlah seniman lukis menggelar pameran lukisan di Gedung KesenianKota Blitar. Pameran lukisan itu sebagai sarana untuk menggairahkan kembali kegiatan seni rupa di Kota Blitar sekaligus mengedukasi masyarakat.

Puluhan karya lukis terlihat ditata berjajar di lobi Gedung Kesenian, Kota Blitar, Minggu (20/11/2018). Lukisan-lukisan itu merupakan karya perupa asal Kota Blitar. Mereka sedang menggelar pameran lukisan yang diselenggarkan mulai 19-24 November 2018.

Jenis karya lukis yang dipamerkan mulai realis, dekoratif, ekspresif, dan kontemporer. Karya lukis yang dipamerkan rata-rata bertemakan sosial yang terjadi sehari-hari di masyarakat Kota Blitar. Misalnya, lukisan yang menggambarkan permainan di pasar malam.

Ada juga lukisan yang menggambarkan pendagang sayur keliling naik sepeda motor. Lalu, lukisan anak pemulung dengan kedua tangan menenteng karung berisi barang rongsokan. "Karya lukis yang dipamerkan rata-rata memang bertema sosial," kata Arief MD, panitia sekaligus peserta pameran lukisan.

Pelukis asal Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, itu mengatakan selain tema sosial, karya lukisan yang dipamerkan juga bertemakan ikon Kota Blitar. Dia mencontohkan lukisan wajah Bung Karno. Beberapa pelukis memamerkan karya lukis wajah Presiden pertama RI itu.

Selama ini, Kota Blitar memang dikenal dengan sebutan Bumi Bung Karno. Kota Blitar menjadi tempat pemakaman Bapak Proklamator itu. Rumah masa kecil Bung Karno, yaitu, Istana Gebang juga berada di Kota Blitar.

"Selain lukisan wajah Bung Karno, juga ada lukisan ikan koi. Ikan koi juga menjadi ciri khas Blitar," ujar pria berambut gondrong itu.

Dikatakannya, pameran seni lukis ini untuk menggairahkan kembali dunia seni rupa di Kota Blitar. Menurutnya, Kota Blitar banya memiliki seniman lukis. Hanya saja gaung kegiatan seni rupa di Kota Blitar sampai sekarang belum begitu terdengar. Malah, banyak seniman lukis asal Kota Blitar yang memilih hijrah ke luar kota.

"Banyak seniman lukis dari Blitar yang belajar di luar kota, seperti di Yogyakarta, lalu mereka menetap menjadi pelukis di sana. Untuk itu, lewat pameran-pameran seperti ini, kami ingin meramaikan kembali kegiatan seni rupa di Kota Blitar," ujarnya.

Antok, salah satu pelukis di Kota Blitar, mengatakan kegiatan pameran seni lukis memang perlu digencarkan lagi. Kegiatan pameran akan mendorong para perupa di Kota Blitar lebih giat berkreasi. Menurutnya, selama ini minim kegiatan pameran seni lukis di Kota Blitar.

"Kalau kami punya paguyuban sendiri, kami rutin menggelar pameran minimal tiga kali dalam setahun," ujarnya.

Selain itu, kata Antok, dukungan dari pemerintah untuk ikut memajukan dunia seni rupa di Kota Blitar kuga masih kurang. Belum ada tempat semacam galeri atau sanggar bersama yang bisa digunakan berkumpul para seniman di Kota Blitar. Akibatnya, para seniman lukis di Kota Blitar seperti bergerak sendiri-sendiri.

"Sebenarnya di Istana Gebang itu bisa dijadikan sanggar bersama. Kami juga sering berkumpul di Istana Gebang," ujarnya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved