Banyuwangi

Rancangan APBD Banyuwangi 2019 Disetujui DPRD Mencapai Rp 3,1 Triliun

Setelah disetujui, Raperda APBD akan segera dikirim ke Gubernur Jawa Timur untuk dievaluasi sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Rancangan APBD Banyuwangi 2019 Disetujui DPRD Mencapai Rp 3,1 Triliun
suryamalang.com/Haorrahman
Pengesahan RAPBD Banyuwangi tahun 2019 oleh DPRD Kabupaten Banyuwangi 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - DPRD Banyuwangi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyuwangi tahun anggaran 2019. Dalam Raperda tersebut, belanja APBD tahun 2019 yang diajukan pemkab mencapai  Rp 3,125 Triliyun.

Setelah disetujui, Raperda APBD akan segera dikirim ke Gubernur Jawa Timur untuk dievaluasi sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

 Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihakya mengapresiasi tinggi kepada dewan yang telah menyetujui Raperda tersebut. 

“Atas nama pribadi dan eksekutif, kami mengucapkan terimakasih. Dengan persetujuan Dewan atas Raperda APBD ini berarti kita telah berhasil menetapkan produk hukum daerah yang menjadi landasan penganggaran semua kegiatan pembangunan daerah pada 2019 nanti. Semoga yang kita rencanankan bisa berjalan dengan baik,” kata Anas, Selasa (20/11).

Menurut Anas, APBD 2019 akan fokus pada empat hal. Yakni, pengembangan SDM, infrastruktur, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Untuk pengembangan SDM, kata Anas, pada 2019 nanti pemkab akan banyak menggelar pelatihan penguatan SDM perempuan dan anak-anak muda. Tak ketinggalan juga pelatihan bagi para guru. 

“Pelatihan guru ke depan akan kita dorong tidak hanya tentang pendidikan, tapi juga bekal entrepreneurship,” kata Anas.

Terkait infrastruktur, Anas mengatakan pihaknya akan fokus pada dua hal. Yakni, pelebaran jalan di akses tertentu dan penyelesaian akses perdesaan. 

“Dua hal ini akan jadi prioritas infrastruktur di tahun 2019. Maka tahun depan akan sangat banyak penyelesaian akses perdesaan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Pemkab juga terus melakukan penguatan dan mendorong percepatan pelayanan publik.  “Saat ini, kami terus mendorong seluruh desa agar segera bertransformasi menjadi Smart Kampung. Sekarang, 172 desa di Banyuwangi juga sudah teraliri fiber optic. Semua ini kami lakukan semata-mata untuk mendorong percepatan pelayanan publik,” ujarnya.

Sementara penguatan ekonomi masyarakat akan dilakukan melalui berbagai program. Salah satunya, membuka jurusan entrepreneurship di SMK. Camat-camat juga diminta untuk memfokuskan ABPDes pada pengembangan SDM dan ekonomi kreatif. Desa jangan hanya belanja batu, dan semen. Desa juga harus mampu menyediakan sarana yang menunjang ekonomi kreatif warganya.

APBD 2019 Kabupaten Banyuwangi selanjutnya akan kami kirim kepada Gubernur Jatim untuk dievaluasi. RAPBD Banyuwangi disahkan dalam sidang paripurna yang digelar di gedung DPRD setempat, Senin (19/11).

Badan Anggaran DPRD melaporkan komposisi Raperda APBD 2019 adalah sebagai berikut. Pendapatan daerah diproyeksikan sebesar 2,170 triliyun, dengan rincian: pendapatan asli daerah (PAD) diproyeksikan Rp. 571,69 miliyar, dana perimbangan diproyeksikan sebesar Rp. 2,92 triliyun, dan lain-lain pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp. 505,95 milyar. 

Pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp. 85 milyar. Serta, belanja daerah diproyeksikan sebesar 3,125 triliyun.  Jumlah belanja daerah meningkat dari tahun sebelumnya, yang sebesar Rp. 2,9 triliyun. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved