Rabu, 22 April 2026

Malang Raya

Wali Kota Malang Ajarkan Cara Cium Tangan yang Menurutnya Benar pada Pelajar SMAN 2

"Cara mencium tangan ya mencium tangannya. Bukan tangannya dibawa ke pipi atau dahi," ujar Sutiaji di acara itu.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
sylvianita widyawati
Wali Kota Malang, Sutiaji, berdoa sebelum meletakkan batu pertama renovasi mushola SMAN 2 menjadi masjid, Selasa (20/11/2018). Ia juga mengisi tausiah di acara Maulid Nabi Muhammad di aula sekolah. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang, Sutiaji, melakukan peletakan batu pertama renovasi mushola Nurul Hakim di SMAN 2, Selasa (20/11/2018). Selain itu ia juga memberi tausiah pada para siswa, guru dan alumni yang hadir di peringatan Maulud Nabi Muhammad di aula sekolah.

Isi tausiahnya antara lain ia meluruskan tentang tata cara mencium tangan yang benar. Baik kepada orangtua atau guru. Katanya, banyak yang melakukan kesalahan. Bahkan mungkin orangtua atau guru tidak tahu itu salah.

"Cara mencium tangan ya mencium tangannya. Bukan tangannya dibawa ke pipi atau dahi," ujar Sutiaji di acara itu.

Ia kemudian mengajak siswa mencontohkan cara mencium tangan yang benar. Siswa membawa tangan Sutiaji ke dahinya. Ia menyatakan hal itu tidak benar.

"Yang benar dengan mencium tangannya," kata Sutiaji sambil memberi contoh tangannya mencium tangan siswa itu.

Andai tangan orangtua bau petai atau lainnya, lanjutnya, ya resiko. Untuk menilai lagi kebenaran cara bercium tangan pada orang lebih tua/dihormati, plt Kepala SMAN 2 Kota Malang, Tri Suharno mencobanya.

Siswa melakukan gerakan yang benar. Oleh teman-temannya kemudian diberi tepuk tangan. "Pak guru, jika melihat cium tangan salah, tolong juga dibenarkan," pesannya. Di acara itu ia juga bagi-bagi uang pada dua siswa yang berhasil menjawab pertanyaannya. Ia memberi masing-masing anak Rp 100.000 yang diambil dari dompetnya.

Pertanyaannya adalah siapa nama kakek Rosullulah dan pada usia berapa Rasululllah wafat. Cindi, siswa kelas 11 menjawab Abdul Muntolib. Dan Soni menjawab Rosulullah wafat di usia 63 tahun. Di tausiahnya, ia juga mengingatkan siswa tak melupakan sholat di antara kegiatannya.

"Karena itu, pendidikan pertama anak adalah iman pada Allah. Karena kita ini tidak tahu kapan diambil oleh Allah," tuturnya. Sehingga perlu menjaga hubungan dengan Tuhan. Selain itu juga selalu mendoakan orangtua dan guru-guru dengan Al Fatihah.

Tri Suharno, Plt Kepala SMAN 2 menyatakan rasa senang karena Wali Kota Malang bersedia datang di acara peringatan kelahiran Nabi Muhammad di sekolahnya. Sedang renovasi mushola menjadi masjid sekolah dengan dana swadaya masyarakat sekolah.

Bangunan mushola sekolah kurang besar jika dibandingkan dengan jumlah siswa dan guru. Devina Aurelia, siswa kelas 12 menyatakan mushola saat ini terlalu kecil. "Kalau jadi masjid bisa lebih luas dan besar daya tampungnya," jelas Devina pada suryamalang.com.

Jika luas, maka siswa tidak lama memgantri untuk sholat. "Guru-guru mengerti jika siswa masuk kelas agak terlambat sedikit karena masih harus antri sholat," kata dia. Dengan begitu, siswa tidaj telat masuk kelas jika masjid baru nanti jadi.

Tags
Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved