Blitar

Diusulkan Raperda Pelestarian Warisan Budaya Dan Cagar Budaya Kota Blitar

Sejumlah gedung yang sekarang dipakai untuk SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, dan SMPN 6, itu tergolong bangunan cagar budaya sehingga harus dilestarikan.

Diusulkan Raperda Pelestarian Warisan Budaya Dan Cagar Budaya Kota Blitar
suryamalang.com/Samsul Hadi
Warga sedang berfoto di depan bangunan gedung SMPN 3, Jl Sudanco Supriyadi, Kota Blitar. Gedung SMPN 3 itu tergolong bangunan cagar budaya. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pemkot Blitar mengusulkan pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya. Raperda ini penting untuk melindungi dan memelihara bangunan cagar budaya di Kota Blitar.

Wakil Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan ada sejumlah bangunan cagar budaya di Kota Blitar. Salah satunya bangunan kompleks SMPN 3 di Jl Sudanco Supriyadi. Sejumlah gedung yang sekarang dipakai untuk SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, dan SMPN 6, itu tergolong bangunan cagar budaya.

Menurutnya, gedung yang sekarang dipakai untuk sekolah itu merupakan bekas kantor tentara Pembela Tanah Air (Peta) di zaman penjajahan Jepang. Gedung yang sekarang dipakai sekolah itu harus dirawat dan dipelihara.
"Kalau ada Perda-nya, kami akan lebih mudah melindungi dan merawat bangunan cagar budaya itu," kata Santoso, Rabu (21/11/2018).

Perda itu akan mengatur cara melindungi dan merawat bangunan cagar budaya. Bentuk bangunan cagar budaya tidak boleh diubah. Renovasi terhadap bangunan cagar budaya diperbolehkan selama tidak mengubah bentuk dan menghilangkan nilai sejarahnya.

Menurutnya, Pemkot Blitar juga berencana merelokasi kegiatan belajar mengajar siswa SMPN 3 ke gedung baru. Sekarang Pemkot Blitar masih membangunan gedung baru SMPN 3 di Kelurahan Tanggung. Setelah pembangunan selesai, para siswa dan guru pindah ke gedung baru.

"Gedung lama SMPN 3 kami sterilkan dari aktivitas sekolah. Supaya bangunan cagar budaya itu tidak rusak. Ke depan, kami ingin membuat museum Peta di gedung itu," ujarnya.

Santoso berharap Raperda tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya bisa segera disahkan menjadi Perda. Dengan begitu, Pemkot Blitar bisa segera menerapkan peraturan itu.

"Pembahasan Raperdanya sudah mendapat persetujuan bersama dengan DPRD Kota Blitar. Insyaallah tahun depan sudah disahkan menjadi Perda," katanya.

Juru Bicara Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Blitar, Dedik Hendarwanto mengatakan ada 12 Raperda yang akan dibahas pada 2019. Salah satunya Raperda tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya.

Menurutnya, pembentukan Raperda tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya penting. Dengan Raperda itu, Pemkot Blitar bisa melindungai dan melestarikan warisan sejarah yang ada di Kota Blitar. "Beberapa peristiwa sejarah nasional terjadi di Kota Blitar. Itu perlu dilestarikan untuk diwariskan ke anak cucu," katanya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved