Surabaya

Pameran Foto dan Peluncuran Buku 'Pasak Sejarah Indonesia Kekinian'

Tahun ini Pemkot Surabaya juga merilis buku panduan sejarah Kota Surabaya berjudul 'Pasak Sejarah Indonesia Kekinian', karya Tim Cagar Budaya Surabaya

Pameran Foto dan Peluncuran Buku 'Pasak Sejarah Indonesia Kekinian'
ahmad zaimul haq
Salah satu foto bangunan tua di Kota Surabaya yang dipamerkan pemkot Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Puluhan foto gedung tua, dan foto momen 10 November 2018 sebagai peringatan hari pahlawan hasil jepretan arek-arek Suroboyo terpajang apik di Foodcourt Ciputra World Mal, Surabaya (CWS).

Foto-foto ini sengaja dipamerkan oleh Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, dari hasil lomba fotografi dalam rangka memperingati perjuangan para Pahlawan.

Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya mengungkapkan kegiatan pameran ini sudah jadi even tahunan pemerintah kota Surabaya, hanya saja tempatnya yang berpindah dan kali ini berada di dalam mal CWS.

"Pameran foto ini agenda tahunan, ada dua sebenarnya. Pertama bulan Mei saat ulang tahun Surabaya, dan November peringatan Hari Pahlawan. Fotografi menjadi salah satu media untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat Surabaya. Melalui foto, kita bisa merlihat perkembangan kota Surabaya," ungkapnya, Rabu (21/11/2018) saat melihat hasil foto yang dipamerkan.

Dari 233 foto yang masuk pada lomba fotografi tersebut, ada kurang lebih 24 foto akhirnya dipilih untuk dipamerkan hingga Jumat, (23/11/2018).

Selain pameran foto, ada hal menarik lainnya. Tahun ini Pemkot Surabaya juga merilis buku panduan sejarah Kota Surabaya, berjudul 'Pasak Sejarah Indonesia Kekinian', karya Tim Cagar Budaya Surabaya.

Baca: Pasak Sejarah Indonesia Kekinian, E-Book Bermutu itu Dapat Diunduh Gratis di Sini

Puluhan anak-anak sekolah menengah pertama (SMP) dari beberapa sekolah tampak antusias mendengarkan penjelasan sekilas buku tersebut, oleh Prof Johan Silas, salah satu Tim Cagar Budaya Surabaya, tak jauh dari tempat pameran foto berlangsung.

Konsentrasi anak-anak mendengarkan penjelasan Prof Johan Silas, membuat mereka mengenyampingkan hiruk pikuk dan gemerlap pemandangan area foodcourt CWS.

Amira Sakanthi Y, siswa kelas 7 SMPN 6 Surabaya mengatakan, cukup tertarik dengan penjelasan mengenai sejarah Kota Surabaya di dalam buku tersebut.

Ini tak lain karena banyak bukti sejarah yang menyatakan kota Surabaya menjadi tempat perjuangan melawan penjajah, yang ingin menguasai kembali Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved