Surabaya

Pameran Foto dan Peluncuran Buku 'Pasak Sejarah Indonesia Kekinian'

Tahun ini Pemkot Surabaya juga merilis buku panduan sejarah Kota Surabaya berjudul 'Pasak Sejarah Indonesia Kekinian', karya Tim Cagar Budaya Surabaya

Pameran Foto dan Peluncuran Buku 'Pasak Sejarah Indonesia Kekinian'
ahmad zaimul haq
Salah satu foto bangunan tua di Kota Surabaya yang dipamerkan pemkot Surabaya. 

"Kami akan sangat senang jika buku itu sampai di sekolah kami. Karena selama ini belajar sejarah potong-potong, jadi sering nggak nyambung terkadang," akunya yang ingin memiliki fisik buku 'Pasak Sejarah Indonesia Kekinian', yang masih dalam bentuk e-book itu.

Prof Johan Silas menyampaikan selama ini Pemkot Surabaya tidak punya rujukan pasti soal buku sejarah kotanya. Sehingga tak jarang sebagian besar staf dan pegawai ada yang tak mengerti dengan sejarah kota yang dipimpinnya sendiri.

Prof Johan mengaku, Wali Kota Surabaya, Tri Risma sendiri yang meminta Tim Cagar Budaya menyusunnya agar bisa jadi rujukan para staf juga masyarakat kota Surabaya.

"Kami melakukan observasi cukup lama, empat tahun. Mengumpulkan berbagai sumber, baik tulisan sejarah yang sudah ada, kesaksian para pejuang, bahkan ada beberapa yang kami ambil dari penulis Belanda dan Inggris sebagai rujukan. Semuanya runtut 130 halaman," ungkapnya, usai mengisi acara.

Prof Johan juga mengungkapkan alasan penggunaan kata 'pasak' pada judul buku yang bisa diunduh melalui website Humas Pemkot Surabaya itu.

Menurut Prof Johan, itu karena pasak menjadi bagian penting pada sebuah bangunan yang tak menggunakan material seperti semen, baut, dan besi. Pasak menggambarkan kota Surabaya yang jadi kunci sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Setiap generasi Indonesia harus mengetahui sejarah bangsanya, karena itu modal yang akan membimbing kita ke depan. Sejarah memberi warna dan nilai kehidupan," tutupnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved