Madiun

Pelaku Penyerangan Polisi Di Lamongan Pernah Mendekam Di Lapas Klas I Madiun

Pelaku saat menjadi Napi mendapatkan program pembebasan, dia dibebaskan dari Lapas Madiun tanggal 3 Juli 2017 dengan pembebasan bersyarat.

Pelaku Penyerangan Polisi Di Lamongan Pernah Mendekam Di Lapas Klas I Madiun
suryamalang.com/Rahadian Bagus
Kalapas Madiun, Suharman. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Satu di antara dua pelaku penyerangan polisi di pos lalu lintas (lalin) Wisata Bahari Lamongan, Paciran, yang berinisial ER pernah menghuni Lapas Klas I Madiun, selama sembilan bulan. ER yang merupakan mantan anggota polisi ini dipindah dari Lapas Klas I Malang.

"Memang betul warga binaan dengan inisial ER ini pernah menjadi warga binaan Lapas Madiun, dia sebelumnya napi di Lapas malang. Jadi dari Malang dipindahkan ke Madiun tanggal 16 November 2016. Kurang lebih sembilan bulan, mendapatkan program pembebasan, dia dibebaskan dari Lapas Madiun tanggal 3 Juli 2017 dengan pembebasan bersyarat," kata Kepala Lapas Madiun, Suharman saat dikonfirmasi, Rabu (21/11/2018) siang.

Dikatakan Suharman, ER ditahan atas kasus pembunuhan, dan dijatuhi hukuman 11 tahun kurungan penjara.

Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (20/11/2019) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, terjadi pemecahan kaca di Pos Lantas Wisata Bahari Lamongan (WBL) Paciran menggunakan batu yang dilakukan oleh dua orang terduga pelaku, yakni ER dan MS.

Bripka A diserang pada saat dinas di polsek sekitar pukul 01.30 WIB, tepatnya di pos lalu lintas di daerah paciran.

Kedua terduga pelaku pengerusakan dan penyerangan anggota Lantas Polsek Paciran, Lamongan, yakni ER dan MS akhirnya berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Paciran bersama warga dan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror pada Selasa (20/11/2018) dini hari pasca penyerangan.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved