Sidoarjo

Perwosi Sidoarjo Juara Gobag Sodor Tingkat Nasional

Selama pertandingan berlangsung, kunci kemenangan tim Perwosi Sidoarjo karena kekompakannya, semangatnya, dan kedisiplinannya.

Penulis: M Taufik | Editor: Achmad Amru Muiz
ist
Tim Perwosi Kabupaten Sidoarjo berhasil menjuarai kejuaraan nasional permainan tradisional Gobak Sodor. 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi) Sidoarjo menjadi juara di cabang olahraga (Cabor) Hadang atau Gobag Sodor tingkat nasional.

Pada laga grand final Pekan Olahraga Perempuan (POP) 2018 yang berlangsung di GOR Otista Jakarta Timur, Selasa (20/11/18), tim Perwosi Sidoarjo dinobatkan sebagai juara setelah mengalahkan lawan tandingnya Tim Fatayat Gunung Pati, Jawa Tengah.

Secara simbolis hadiah diberikan langsung oleh Ketua Umum PBNU, Said Aqil, Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini, dan Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta.

Ketua Perwosi Sidoarjo, Turidatus Salimah mengaku sangat bangga dengan capaian ini. Istri Wakil Bupati Sidoarjo yang juga ijut ke Jakarya tersebut menilai, selama pertandingan berlangsung, kunci kemenangan tim Perwosi Sidoarjo karena kekompakannya, semangatnya dan kedisiplinannya.

“Tim kita sangat kompak, satu sama lain sudah nyambung. Selama permainan berlangsung tim kita konsisten, laga grand final ini cukup menguras stamina," urai dia.

Pertandingan gobak sodor ini memiliki waktu yang cukup panjang untuk bermain sehingga stamina pemain yang dibutuhkan harus lebih kuat. Namun perjuangan itu tidak sia-sia, Perwosi Sidoarjo berhasil mengalahkan tim PAC Fatayat Gunung Pati.

“Olahraga hadang atau gobak sodor merupakan olahraga tradisional, permainan ini tidak asing bagi anak yang lahir dibawah era tahun 90 an. Makanya ibu-ibu juga sangat familiar dengan permainan ini," tukasnya.

Sebelum laga, diakuinya juga ada sejumlah persiapan yang dilakukan Tim Perwosi Sidoarjo. Sekitar kurang lebih dua bulan sebelum berangkat ke Jakarta untuk bertanding di laga grand final, mereka berlatih keras di GOR Sidoarjo.

“Dua bulan sebelum berangkat, kita latihan terus di GOR Sidoarjo”, kata Umi Salmami Kasi Olahraga Rekreasi Dispora Sidoarjo.

Selama dua bulan itu, Umi melakukan pendampingan terus. Mantan altet Hokey nasional tersebut mengaku, perlu perjuangan keras untuk bisa tampil menjadi juara. Meski begitu ia optimis kalau Cabang Olahraga Hadang atau Gobak Sodor bisa direbut Sidoarjo.

“Kita optimis menang, apalagi setelah kita berhasil lolos meraih juara I ditingkat Jawa Timur pada juli 20 – 23 di Kabupaten Tulungagung,” ujar Umi yang juga ikut mendampingi tim Perwosi ke Jakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Dispora) Sidoarjo Joko Supriadi mengatakan, peran Dispora adalah melakukan pembinaan dan pendampingan. Setiap hari jum’at dan minggu Dispora selalu mengadakan kegiatan, mulai dari senam bersama dan berbagai kegiatan olahraga lainnya, Dispora juga rutin mengadakan pekan olahraga daerah.

“Selain melakukan pembinaan kepada atlet, perbaikan fasilitas olahraga juga terus kita lakukan,” kata Joko.

Menurut Joko, tampilnya Perwosi di kejuaraan tingkat nasional dan berhasil meraih juara I menunjukkan bahwa atlet perempuan secara prestasi sudah bisa disejajarkan dengan atlet laki-laki.

Pekan Olahraga Perempuan (POP) 2018 resmi ditutup di GOR Otista, Jakarta Timur, Selasa 20 November. POP 2018 yang diprakarsai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Fataya NU, dan Kedubes Australia ini melahirkan para juara baru dari tiga cabang olahraga.

Juara satu cabor bola voli berhasil diraih Polda Semeru Jawa Timur, juara 1 bulutangkis dimenangkan Perwosi Tulungagung serta juara 1 hadang atau gobag sodor sukes disabet Perwosi Kabupaten Sidoarjo.

Ajang ini dibuka di Semarang hingga berakhir di DKI Jakarta, setiap cabor diikuti enam peserta. Masing-masing jawara srikandi nasional berhak atas hadiah senilai Rp 40 juta.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved