Tulungagung

Selamatkan Jejak Peradaban Manusia Purba di Pegunungan Kapur Tulungagung

Karst di Tulungagung selatan dianggap istimewa karena di dalamnya tersimpan fosil kehidupan zaman purba.

Selamatkan Jejak Peradaban Manusia Purba di Pegunungan Kapur Tulungagung
david yohanes
Sejumlah temuan fosil di Gua Tenggar, Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung dipamerkan di Hotel Victoria Crown Tulungagung, Rabu (21/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Wilayah pegunungan kapur (karst) Tulungagung selatan dianggap penting karena menyimpan fosil bukti kehidupan manusia purba. Namun keberadaannya terancam oleh penambangan batu marmer.

Dhanny S Sutopo, akademisi dari Universitas Brawijaya (UB) Malang mengatakan, pegunungan karst sangat vital. Bebatuan ini mirip spon alam, yang bisa menampung air.

Karst di Tulungagung selatan dianggap istimewa karena di dalamnya tersimpan fosil kehidupan zaman purba. Karena itu salah satu usulan yang diberikan Dhanny ke Badan Perencanaan daerah (Bappeda) Tulungagung adalah, menjadikan karst selatan sebagai geopark.

Dengan geopark, ada pemanfaatan untuk konservasi, wisata dan pendidikan tanpa merusak karst.

“Untuk studi geologi, karst Tulungagung tidak akan ada habisnya. Untuk studi konservasi, Tulungagung menyediakan semua,” ujar Dhanny, Rabu (21/11/2018).

Dhanny sebelumnya telah meneliti gua-gua karst di Tulungagung selatan. Salah satu temuannya adalah sebuah gua karst seluas lapangan sepakbola.

Karena itu perlu ada upaya penataan zona penambangan marmer.

“Ancaman terbesarnya memang dari penambangan marmer, dan mereka sudah dulu punya izin. Karena itu Pemkab perlu menjembatani, ada jalan tengah mana blok yang bisa dimanfaatkan mana yang harus dilindungi,” tegas Danny.

Masih menurut Dhannya, keberadaan manusia fosil kehidupan purba adalah salah satu keistimewaan geopark di Tulungagung. Hal serupa tidak ditemui di geopark yang saat ini sudah ada.

Sementara Sekretaris Pemkab Tulungagung, Indra Fauzi, mengatakan, ke depan akan dibangun museum peradaban.

Museum ini untuk menampung semua temuan era prasejarah, hingga era modern.

Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved