Surabaya

Tiga Pelukis Jatim Pameran Bersama di Surabaya, Ambil Tema 'Jam #Satu'

Tiga pelukis Jawa Timur, Juniarto Dn, Andiek Eko, dan Misgeiyanto hadir menyapa masyarakat kota Surabaya melalui pameran lukisan mereka,

Tiga Pelukis Jatim Pameran Bersama di Surabaya, Ambil Tema 'Jam #Satu'
sugiharto
Tiga pelukis Jawa Timur, Juniarto Dn, Andiek Eko, dan Misgeiyanto hadir menyapa masyarakat kota Surabaya melalui pameran lukisan mereka, berjudul Jam #Satu di lobby hotel Fairfield by Marriott, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tiga pelukis Jawa Timur, Juniarto Dn, Andiek Eko, dan Misgeiyanto hadir menyapa masyarakat kota Surabaya melalui pameran lukisan mereka, berjudul Jam #Satu.

27 karya lukis, masing-masing pelukis sembilan karya menampilkan berbagai bentuk lukisan dengan media cat akrilik di atas kanvas.

Ada karya lukis bergaya abstrak, ekspresionis, dan pop art dipajang di lobby hotel Fairfield by Marriott, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya.

Jam #Satu punya arti penting bagi ketiga anggota Komunitas Perupa Delta (Komperta) ini. Jam memiliki makna waktu, sementara #Satu mewakili makna bersama (tiga pelukis bersatu dalam satu tempat pameran).

Juniarto DN, salah satu pelukis menyampaikan waktu memiliki filosofi dalam menggambarkan kehidupan manusia.

Waktu, dilihat orang atau tidak tetap berdetak tetap berputar. Dihargai atau tidak, tetap bergerak karena punya komitmen, tanggung jawab. Dan waktu tidak pernah bergerak mundur. Waktu menggambarkan ketiga pelukis dalam memaknai karya seni lukis dari waktu ke waktu.

"Tapi tema ini tidak mewakili masing-masing tulisan kita. Masing-masing lukisan punya temanya sendiri. Tema besar Jam #Satu adalah penggambaran kami memaknai karya seni yang terus harus hidup," katanya saat pembukaan acara, Selasa (20/11/2018).

Pameran yang berlangsung mulai 20 September sampai 31 Desember 2018 ini lanjut Juniarto tidak hanya sebagai wujud apresiasi, melainkan juga bermaksud untuk memikat peminat dan para kolektor lukisan.

Pemilihan tempat hotel, katanya, sudah pasti merujuk ke sana. "Surabaya jadi tempat pilihan kami karena banyak penikmat dan kolektor seni," alasan pria asal Sidoarjo ini.

Salah satu karya Juniarto bergaya abastrak yang ditampilkan berjudul Hitam Manis, sempat memancing para pengunjung hotel.

Juniarto menghadirkan warna hitam yang selama ini memiliki kesan kelam dan suram, menjadi hitam yang manis karena sudah disandingkan dengan warna soft seperti warna cream, dan beberapa warna lainnya.

Selain karya lukis Juniarto, dua karya pelukis lain juga tak kalah menarik pandangan mata untuk menikmatinya. Dua gaya lukisan ekspresionis dan pop art terkadang mudah dipahami, namun tentu tergantung selera.

Kusandi, Public Relation Fairfield by Marriott menyampaikan, kesempatan menghadirkan pelukis lokal adalah salah satu kontribusi hotel.

"Pelukis lokal itu banyak sekali, mereka butuh eksistensi, dan kami dengan senang hati memberikan ruang kepada mereka untuk eksplorasi karya. Sehingga tamu hotel masyarakat luas yang juga datang dari berbagai tempat diluar Jawa Timur bahkan luar negeri juga bisa menikmatinya," tutupnya.

Pembukaan pameran lukisan berlangsung meriah, ada live painting, tiga pelukis ini disaksikan tamu hotel, bersama iringan musik klasik. 

Tags
Surabaya
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved