Tulungagung

Inilah Sosok di Balik Akun Facebook Puji Ati, Penyebar Kebencian di Tulungagung

Akun Puji Ati dijalankan oleh seseorang bernama Rahmat Kurniawan (38) alias Wawan Thekle, warga Desa Serut, Boyolangu.

Penulis: David Yohanes | Editor: yuli
facebook
Dari penyelidikan panjang, akun Puji Ati dijalankan oleh seseorang bernama Rahmat Kurniawan (38) alias Wawan Thekle, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Jajaran Satreskrim Polres Tulungagung mengungkap akun media sosial yang menyebarkan kebencian.

Akun Facebook dengan nama Puji Ati ini sudah lama menjadi buah bibir di Kabupaten Tulungagung.

Sebab akun ini banyak menyerang para pejabat di Tulungagung, terumata Kapolres Tulungagung, Plt Bupati Maryoto Birowo, Ketua DPRD Tulungagung, serta sejumlah wartawan.

Puji Ati dikenal karena menggunakan kata-kata yang sangat kasar, dan cenderung konfrontatif.

Dari penyelidikan panjang, akun Puji Ati dijalankan oleh seseorang bernama Rahmat Kurniawan (38) alias Wawan Thekle, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu.

Penangkapan dilakukan Rabu (21/11/2018) malam.

“Saya mendapat laporan dari Kasat Reskrim tadi padi pukul 07.00 WIB,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar kepada SuryaMalang.com, Kamis (22/11/2018) petang.

Puji Ati dikenal karena menggunakan kata-kata yang sangat kasar, dan cenderung konfrontatif.
Dari penyelidikan panjang, akun Puji Ati dijalankan oleh seseorang bernama Rahmat Kurniawan (38) alias Wawan Thekle, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu.
Puji Ati dikenal karena menggunakan kata-kata yang sangat kasar, dan cenderung konfrontatif. Dari penyelidikan panjang, akun Puji Ati dijalankan oleh seseorang bernama Rahmat Kurniawan (38) alias Wawan Thekle, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. (ist)

Tofik mengungkapkan, Wawan adalah sosok yang mempunyai kekurangan fisik. Salah satu kaki dan tangannya tidak sempurna.

Sebagai orang yang selalu diserang akun Puji Ati, Tofik mengaku heran dengan kebencian Wawan kepadanya.

Kepada Tofik, Wawan mengaku dimanfaatkan sejumlah orang yang memasok data dan tulisan kepadanya.

“Data-data yang ditulis dan diterima dia tidak tahu. Kadang dia menerima naskah(dari pihak lain), kemudian diunggah,” tambah Tofik.

Dari penangkapan Wawan, polisi kemudian mendapatkan sejumlah nama yang diduga memasok data kepada Wawan.

Mereka kemudian dipanggil untuk dimintai keterangan. Mayoritas mereka mengaku sebagai wartawan.

Sebelumnya gawai dari para saksi ini telah disita untuk diperiksa. Masih menurut Tofik, pihaknya masih mendalami peran masing-masing orang itu.

“Kalau memang terlibat, mereka pasti akan dihukum. Makanya kami dalami dulu peran masing-masing,” tegas Tofik.

Akun Puji Ati dikenal ngawur, karena mengunggah tudingan tanpa disertai data. Sasaran utamanya adalah para pejabat, yang dianggap “miring”.

Namun banyak yang meyakini, akun ini sebagai sarana untuk memeras pejabat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved