Lamongan

TPIP Tunjuk Lamongan Sebagai Rujukan Diskusi Stabilisasi Harga Jagung

Komoditas jagung merupakan penyumbang infilasi yang cukup besar mencapai 2 persen. Dan Lamongan sebagai sentra produksi Jagung

TPIP Tunjuk Lamongan Sebagai Rujukan Diskusi Stabilisasi Harga Jagung
suryamalang.com/Hanif Manshuri
Puji Gunawan, perwakilan Kemenko Perekonomian RI saat melakukan kunjungan kerja dan diterima Bupati Lamongan, Fadeli di Guest House Lamongan, Kamis (22/11/2018) 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN -'Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) menunjuk Kabupaten Lamongan sebagai salah satu rujukan diskusi stabilisasi harga, terutama jagung.  Ini setelah komoditas jagung merupakan penyumbang infilasi yang cukup besar mencapai 2 persen.

Demikian dikatakan Perwakilan Kemenko Perekonomian, Puji Gunawan saat melakukan kunjungan kerja dan diterima Bupati Lamongan, Fadeli di Guest House, Kamis (22/11). 

Selain dari Kemenko Perekonomian, TPIP terdiri dari perwakilan Kemendagri, Bank Indonesia, Kemenko Perekonomian, Kemenperindag, dan Bulog.

Puji Gunawan mengungkapkan, dipilihnya Lamongan karena produksi jagungnya yang tertinggi di Jawa Timur. “Dan mengapa jagung, karena komoditas jagung dan turunannya sebagai penyumbang inflasi yang cukup besar, yang hampir sama dengan beras, yakni sebesar 2 persen,” kata Puji Gunawan.

Inflasi, jelasnya, terjadi bukan hanya karena keterjangkauan harga. Namun juga berkaitan erat dengan ketersediaan pasokan serta distribusinya. Sehingga ketika terjadi ketidak seimbangan di tiga faktor tersebut,  terlebih untuk sentra jagung seperti Lamongan yang terjadi adalah ancaman inflasi yang tinggi.

Oleh karena itu, dikatakan Puji Gunawan, pihaknya  juga ingin tahu bagaimana keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan serta distribusi jagung di Lamongan untuk menghindari hal tersebut.

Diungkapkan Puji Gunawan, kondisi naiknya inflasi pada derah sentra produsen pernah terjadi di Medan.

Ia berharap, dengan produksi jagung yang tinggi, tidak menjadi penyumbang inflasi jagung yang tinggi pula. Sebagaimana medan, yang sebagai penghasil cabai namun juga penyumbang inflasi terbesar untuk cabai.

“Hasil dari Lamongan ini nantinya akan menjadikan input besar bagi TPIP untuk menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan selanjutnya, “ katanya.

Sementara, Bupati Lamongan, Fadeli mengungkapkan,  peningkatan produksi jagung  salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani jagung. Hasilnya, Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Lamongan tahun 2016 yang sebesar 102, naik menjadi menjadi 104,6 di tahun 2017.

Menurutnya hal tersebut tidaklah mudah karena harus merubah pola pikir petani jagung yang dulu tradisional menjadi pola pikir modern. Yakni melalui penggunaan bibit varietas unggul, perubahan pola tanam, bahkan sampai cara panen.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved