Surabaya

Dagangan Tak Laku-laku, Penjual Online Shop Perdayai Driver Ojek Online di Surabaya

Ada-ada cara orang menipu. Seperti aksi penipuan yang dilakukan penjual online shop di Surabaya ini.

Editor: Zainuddin
TribunJatim.com/Nur Ika Anisa
Tersangka penipuan order fiktif setelah ditangkap anggota Polrestabes Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Christoper Alan (34) harus berurusan dengan anggota Unit Resmob Polrestabes Surabaya.

Pria asal Lakarsantri, Surabaya diduga terlibat dalam penipuan dengan modus order fiktif.

Dalam aksinya, penjual online shop ini menggunakan dua ponsel.

( Baca juga : Misteri Pembobolan Toko di BG Junction Mall Surabaya, Tak Ada Kerusakan di Pintu Atau Brankas )

Kanitresmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti mengatakan tersangka menggunakan satu ponsel sebagai akun penjual online.

Sedangkan satu ponsel lain digunakan sebagai penerima order fiktif.

“Tersangka melakukan orderan fiktif penjualan barang,” kata Iptu Bima Sakti, Kamis (22/11/2018).

( Baca juga : Melihat dari Dekat Gramofon Rp 25 Juta dan Seri Uang Kuno Rp 125 Juta di Surabaya )

Tersangka memesan ojek online untuk membeli sembilan dompet.

“Total harganya mencapai Rp 540.000 untuk sembilan dompet itu,” kata Bima.

Setelah itu driver ojek online menemui tersangka untuk mengambil barang pesanan.

( Baca juga : Jadwal & Jam Tayang Persib Bandung vs Perseru Serui di Indosiar, Main di Stadion I Wayan Dipta Bali )

“Ternyata konsumennya fiktif. Jadi seolah ada pemesan. Padahal pemesan itu adalah tersangka sendiri.”

“Ketika mengambil barang pesanan, driver ojek online itu membayar sesuai harganya.”

“Ternyata alamat tujuannya fiktif,” kata Iptu Bima Sakti.

( Baca juga : Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2018, Menpora : Saya Tunggu Pernyataan Ketum PSSI )

Untuk mengungkap penipuan ini, pihaknya koordinasi dengan perusahaan ojek online.

Setelah penyelidikan, polisi menangkap tersangka.

Kepada polisi, Chistoper Alan mengaku tidak mau rugi karena dompet dagangannya tidak laku-laku.

( Baca juga : Cara Menggunakan Aplikasi GBWhatsapp Supaya Tidak Terlihaat Mengetik saat Chat di Whatsapp (WA) )

Chistoper Alan sudah kali ke tiga melakukan orderan fiktif menggunakan ojek online.

“Karena dagangan tidak laku, saya melakukan order (fiktif) itu,” kata Alan.

( Baca juga : Semalam Pedagang di Kawasan Roma Kota Malang Terlibat Bentrok, Tidak Jelas Pemicunya )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved